Rekor Dunia dari Indonesia

Penemu Indonesia

Sejarah Indonesia

Recent Posts

KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang

Add Comment
KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang - KH Masjkur merupakan arek Malang yang setia menjadi pembela bagi agama Islam dan negara Republik Indonesia.

Sebagai salah satu kota yang identik dengan pemberontakan dan melahirkan banyak pejuang, di era revolusi fisik, Malang juga memiliki seorang pahlawan nasional yang patut dikenang. Tidak hanya membantu Indonesia lepas dari cengkeraman asing, tokoh yang satu ini juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Tokoh yang dimaksud ini adalah KH Masjkur yang lahir di Singosari Malang dan turut mendirikan pesantren di daerah itu.

Pada masa kecilnya, Maskjur muda sudah diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci pada umur 9 tahun. Kembalinya dari tanah suci, Maskjur kemudian disekolahkan di Pondok Pesantren Bungkuk, pimpinan KH Thohir. Selanjutnya dia melanjutkan pendidikan di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo.



Di masa mudanya, KH Masjkur telah berkelana ke berbagai pesantren dan ulama pada masa itu seperti berguru ilmu hadist dan tafsir dari KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng Jombang, serta pada kiai Kholil di Bangkalan Madura. Selain itu dia juga sempat belajar di Madrasah Mamba'ul Ulum, Jamsaren, Solo, Pesantren Siwalan Panci, dan Pesantren Ngamplang, Garut.

Selepas menimba ilmu di berbagai pesantren, KH Masjkur kembali ke Singosari dan membuka pesantren yang diberi nama Misbahul Wathan pada tahun 1923. Pada tahun yang sama pula, KH Masjkur menikah dengan cucu dari gurunya, KH Thohir di pesantren Bungkuk. KH Masjkur juga turut aktif pada pendirian Nahdlatul Ulama dan menjadi ketua cabang NU kota Malang pada tahun 1932.

Pada masa-masa awal saat aktif di NU ini KH Masjkur atas saran dari KH Wahab Chasbullah dia mengubah nama pesantrennya menjadi Nahdlatul Wathan yang berarti kebangkitan tanah air. Pada tahun 1938, KH Masjkur diangkat sebagai salah satu Pengurus Besar NU yang berpusat di Surabaya.

Karier militer KH Masjkur bermula ketika pada zaman Jepang dia ditunjuk menjadi utusan Karesidenan Malang untuk mengikuti latihan kemiliteran di Bogor yang kemudian disusul dengan latihan khusus bagi ulama. Pada saat itu, KH Masjkur menjado komando Laskar Sabilillah yang merupakan jaringan pejuang pesantren untuk merebut kemerdekaan.

Pada masa itu, laskar Sabilillah berkoordinasi dengan laskar Hizbullah yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kemerdekaan. Peranan dari kedua laskar ini sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama ketika meletus perlawanan di Surabaya pada november 1945. Dalam pertempuran tersebut, KH Masjkur dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Selain sebagai panglima laskar, KH Masjkur juga sempat menyandang sebuah jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan. Dia sempat empat kali menjadi Menteri Agama secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI.

Sempat mundur dari posisi Menteri Agama akibat sakit yang dideritanya saat gerilya, namun pada masa kabinet Ali (1953-1955), KH Masjkur kembali ke jabatan tersebut. Uniknya, walau ketika itu menjabat sebagai menteri namun KH Masjkur juga beberapa kali tetap ikut membantu dan ikut bergerilya bersama pejuang lainnya.

Selain sebagai panglima Laskar Sabilillah dan Menteri Agama, KH Maskjur pernah menduduki berbagai posisi penting lainnya yaitu Ketua Dewan Presidium Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, anggota Syou Sangkai (DPRD) pada masa pendudukan Jepang, anggota PPKI dan konstituate yang merumuskan dasar negara. Pada periode 1978-1983, KH Masjkur juga sempat menjadi Wakil Ketua DPD RI.

Pada tahun 1992, KH Masjkur menghembuskan napas terakhir. Beliau dimakamkan di kompleks pemakanan yang terletak di Masjid Bungkuk, Singosari Malang. Sepanjang hidupnya, KH Masjkur telah menjadi teladan bagi banyak arek Malang untuk menjadi pejuang agama sekaligus pelindung dari negara Indonesia ini.
(Hanya di Indonesia)

Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda

Add Comment
Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda - Sejak awal didirikan, Malang sebenarnya telah diplot sebagai sebuah kota peristirahatan yang nyaman pada Hindia Belanda. Namun rupanya karena pertumbuhan perkebunan dan pertanian yang ada di wilayah sekitarnya, kota Malang semakin tumbuh cepat pada sekitar dekade 1910 dan 1920-an. Kota yang pada mulanya direncanakan sebagai peristirahatan ternyata berubah semakin besar dan padat penduduk.

Pada saat itu, kota peristirahatan yang sebelumnya di Malang mulai bergeser ke arah barat tepatnya di kota Batu saat ini. Udaranya yang cukup dingin serta bentang alamnya yang unik dan dikepung oleh gunung-gunung membuat Batu mendapat julukan sebagai De kleine Switzerland atau Swiss kecil.



Di Batu sendiri, tempat wisata yang sudah cukup berumur dan dibangun oleh dan pada masa pendudukan Belanda adalah taman rekreasi Selecta yang terletak di desa Tulungrejo, kecamatan Bumiaji. Lokasinya yang indah dan sejuk menjadikan tempat rekreasi yang sudah memiliki usia puluhan tahun ini sudah menjadi idola sejak zaman dahulu.

Selecta sendiri didirikan oleh seorang warga Belanda bernama De reyter De Wild pada tahun 1928. Bangunan lama di Selecta ini saat ini masih terlihat di beberapa bagian di kolam renang serta pada beberapa wisma peristirahatan serta kantor yang terletak di wilayah tersebut.

Pada awal didirikan, tempat ini sesungguhnya merupakan hotel yang dilengkapi oleh kolam renang dan taman. Awalnya nama yang digunakan adalah Selectie yang memiliki arti pilihan. Lambat laun, nama Selectie ini kemudian berubah menjadi Selecta seperti yang kita kenal saat ini.

Bangunan di Selecta ini sempat berpindah kepemilikikan selama beberapa kali. Pada masa pendudukan Jepang, hotel Selecta sempat dikelola oleh warga negara Jepang bernama Hashiguchi. Selanjutnya tempat ini juga sempat dihancurkan pada masa revolusi fisik karena dianggap sebagai milik Belanda. Namun pada sekitar 1950, Selecta mulai dibangun kembali oleh masyarakat sekitar dan tetap terjaga hingga saat ini.

Setelah dibangun ulang, pada tahun 1954, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkunjung dan menginap di Selecta. Waktu itu Bung Karno menginap di salah satu villa yang berada di sana yang bernama Villa De Brandarice yang kemudian berganti nama menjadi Villa Bima Sakti.

Udara yang segar serta suhu air yang membuat tubuh menggigil merupakan daya tarik yang dimiliki Selecta. Tidak heran jika sejak masa lalu hingga kini setiap liburan tiba tempat ini seakan tidak pernah sepi dan absen dari pengunjung. Baik yang menginap, bermain, ataupun berfoto di taman bunganya yang tak kalah terkenalnya.

Menuju Selecta juga dapat dikatakan cukup mudah karena akses jalan yang bagus serta adanya angkutan umum. Dari alun-alun kota Batu sendiri, Selecta hanya berjarak enam kilometer di sebelah utara. Di sepanjang jalan di Selecta kita juga akan disambut jajaran bungan yang indah serta hawa yang sejuk.(Hanya di Indonesia)

Cerita Ilmu Kebal Mantan Wakapolri, Bapak Jusuf Manggabarani

Add Comment
Cerita Ilmu Kebal Mantan Wakapolri, Bapak Jusuf Manggabarani- "Biar Jusuf Manggabarani saja ke Palopo dari pada Kapolwiltabes Bandung. Enak benar dia di Bandung itu." Kata-kata itu dikeluarkan oleh seorang petinggi Polri yang mengatur penempatan personel.


Situasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tengah memanas. Jusuf digeser karena memiliki pengalaman di daerah konflik. Dia juga merupakan pria asli Makassar, kurang lebih mengetahui lokasi dan tabiat warga di kawasan tersebut.

Satu pekerjaan rumah harus diselesaikan, yakni menghadapi begundal bernama Sukri. Sudah 16 tahun Sukri berkuasa. Tak ada satu pun polisi berani menerima tantangannya untuk baku tembak dari jarak dekat.

Bukan Jusuf namanya jika ciut menghadapi yang model begini. Saat itu dia berpangkat komisaris besar (Kombes). Dengan naik trail dan pakaian Brimob, Jusuf selempangkan senjatanya. Dia tancap gas membelah jalan raya menuju Mangkutana.

Sampai di lapangan Sukri sudah menunggu dengan senjata rakitan Pa'Poro. Jarak tembak maksimum 45 meter. Keduanya pun bersiap melepaskan timah panas. Hidup atau mati tergantung nasib.

Anak buah Jusuf diam-diam ikut. Sukri juga ditemani para loyalisnya. Lalu Jusuf membuka kancing bajunya. Ditunjuk dadanya sebagai sasaran tembak.

"Terserah kamu mau tembak bagian mana yang enak-enak," tantangnya dikutip merdeka.com dari buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara' karya Nur Iskandar.

Ajudan Jusuf gamang. Ada juga yang teriak, 'jangan komandan'. Yusuf membalas, "ah kau nonton saja," kata polisi yang pernah tugas di Aceh, Kalimantan dan Timor Timur ini.

"Isi pelurumu sebanyak-banyaknya! Pilih yang besar-besar agar mantap nembaknya," kata Jusuf sesumbar.

Setelah semua siap suasana hening. Situasi berubah setelah terdengar letusan tembakan, dor, dor, dor. Ternyata Sukri lebih awal menembak. Tewaskah Jusuf?

Ternyata timah panas itu berguguran di depan Jusuf. Semakin banyak peluru dimuntahkan, makin berjatuhan peluru itu. Para anggota pun bersorak melihat kejadian ajaib itu. Mereka terheran-heran dengan kemampuan sang komandan.

"Pelurunya jatuh tuh. Sekarang giliran saya ya," kata Jusuf membuat lutut Sukri gemetar. Dor! Sukri tak berdaya, lengannya ditembus timah panas.

Jusuf mendekati Sukri. Selongsong pelurunya dibuka lalu serbuk timahnya dibubuhi ke lubang tembakan. Dia menyuruh anak buahnya untuk membawa sang jagoan kampung ke rumah sakit.

Sesuai komitmen, jika kalah Sukri yang dikenal sebagai beking preman di kawasan perkebunan kakao berserta anak buahnya menyerah. Ada puluhan yang bertekuk lutut, tetapi lima saja yang diperiksa. Kepala desa juga diciduk karena terlibat kejahatan Sukri.

Sejak kejadian itu menyebar dengan cepat jika Jusuf punya ilmu kebal. Banyak yang datang 'menyembah-nyembah' Jusuf agar diturunkan ilmu tirai. Menurutnya, untuk menguasai ilmu itu harus memiliki nyali. "Kalau pelurunya nyampai betul wah tewas kita," ujarnya sambil tertawa.

Kapolda Sulawesi Selatan saat itu rupanya penasaran juga dengan kemampuan Jusuf. Dia bertanya langsung ketika Jusuf melaporkan kejadian tersebut. "Sebentar saja ditangani komandan. Diskresi di lapangan," kata Jusuf.

"Saya dengar kamu ada ilmu tirai?" tanya sang Kapolda.

"Ah itu ilmu naksir jarak saja komandan. Kalau mata kurang jelas itu sudah 60 meter. Saya suruh dia berdiri di jarak 60 meter. Saya mundur sedikit, maka aman," jawab Jusuf.

Sang Kapolda pun tertawa mendengar itu. Jusuf memang dikenal agak nyeleneh, gimana tidak seorang Wakapolda meladeni tantangan Sukri si preman kampung.

Setelah itu kariernya terus melesat. Jusuf sempat menjadi Dansat Brimob, lalu Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sulsel. Lalu, dia menjabat sebagai Kadiv Propam dan Irwasum.

Jusuf merupakan jebolan Akademi Kepolisian 1975. Dia pensiun dengan pangkat komisaris jenderal (Komjen). Jabatan terakhirnya adalah Wakapolri.(Hanya di Indonesia)

Kapal Pemburu Teroris Made in Banyuwangi Dipakai Rusia

Add Comment
Kapal Pemburu Teroris Made in Banyuwangi Dipakai Rusia - -PT Lundin Industry Invest yang bermarkas di Banyuwangi, Jawa Timur telah banyak memproduksi kapal militer yang diekspor ke berbagai negara. Salah satu model kapal buatan Banyuwangi ini telah digunakan sebagai alat tempur sistem persenjataan (alutsista) negara Rusia.

Kapal militer yang dipesan Rusia bernama X2K Anti Teroris. Kapal tipe ini tak hanya memikat Rusia tapi juga negara lainnya di antaranya Brunei dan Malaysia.


"X2K bukan hanya kapal patroli tapi juga bisa menyelinap di antara kapal besar. Ketika kapal itu berhenti kamu bisa masuk dengan cara memanjat. Ini digunakan untuk anti teroris dan operasi menempel, pembajakan," ujar Presiden Direktur PT Lundin Industry Invest John Ivar Lundin kepada wartawan saat mengunjungi pabriknya di Jalan Lundin no 1, Sukowidi, Banyuwangi, Jumat (12/8/2016).

John menyebut beberapa keunggulan X2K Anti Teroris membuat kapal ini dilirik oleh Rusia.

"Kami sangat senang bisa menjual produk militer ke Rusia karena kami tidak hanya membeli bahan dari sana. Sejujurnya kami punya kualitas internasional yang baik dan setara standar Eropa," jelasnya.

Lundin menerangkan bahwa kapal tipe ini memang khusus dibuat untuk operasi anti teroris dan pembajakan karena bisa menyusup ke kapal musuh.

"Jadi ini spesial dibuat untuk mencegat kemudian masuk ke kapal. Dengan harapan tanpa mereka ketahui, memanjat kapal dan kemudian mengambil alih kapal. Ini adalah taktik menyusup untuk mengambil alih kapal," beber pria asal Swedia ini.

John menyebut keunggulan kapal X2K Anti Teroris ini sudah diamini oleh banyak negara. Bahkan kapal jenis ini sudah menjadi alat latihan di berbagai negara seperti Swedia, Amerika dan Australia.

"Dari desain sudah diuji di beberapa negara dan kapal ini terkenal sebagai alat latihan di Swedia, Amerika, Australia. Kami pikir semuanya senang dengan produk kami," katanya.

Keunggulan X2K Anti Teroris ini juga telah diuji pasukan khusus. John juga menyebut Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) telah menggunakan kapal jenis ini.

"Bahkan pasukan khusus juga menggunakan teknologi ini, dan produk ini sangat diminati bahkan Kopassus dan Kopaska menggunakan ini untuk operasi internasional. Jadi ini kapal yang sudah teruji, kualitas ekspor, dan ini mudah masuk ke kontainer kargo jadi kapal ini bisa dikirim kemana saja ke seluruh dunia," tambahnya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun juga memesan kapal buatan Lundin. TNI melirik kapal jenis Trimaran yang dikenal anti radar dan tahan api. Produk kapal Lundin juga telah digunakan oleh Badan Keamanan Laut dan juga Badan SAR Nasional.(Hanya di Indonesia)

Arcandra Tahar Menteri dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah

Add Comment
Arcandra Tahar Menteri dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah - Presiden Joko Widodo mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jokowi memberhentikan Arcandra yang kini menjadi menteri dengan masa kerja terpendek dalam sejarah di Indonesia.

"Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi menteri ESDM," ujar Mensesneg Pratikno dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (15/8/2016).



Pratikno mengatakan, keputusan ini diambil oleh Presiden Jokowi setelah menyimak dinamika yang ada. Presiden juga sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber. "Setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber," kata Pratikno.

Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Menko Maritim ditunjuk Presiden Jokowi menjadi pejabat sementara Menteri ESDM. Luhut untuk sementara menggantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

"Menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menko Kemaritiman sebagai penanggung jawab Menteri ESDM sampai diangkatnya menteri definitif," jelas Mensesneg Pratikno dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Arcandra Tahar dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016. Sampai hari ini masa kerja Archandra Tahar tak sampai 20 hari(Hanya di Indonesia)

Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia

Add Comment
Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut Jembatan Suroboyo gaungnya telah mendunia. Foto-foto jembatan yang dilengkapi air mancur menari ini telah beredar luas di media dan media sosial (medsos) hingga ke berbagai negara.

Dalam sambutan peresmian, Risma secara khusus mengucapkan terima kasih kepada media dan fotografer yang telah mempublikasikan Jembatan Suroboyo secara masif sebelum diresmikan.

"Jembatan Suroboyo ini 10 terbaik di dunia, ini karena fotografer di Surabaya. Berkat jembatan ini, Surabaya menjadi terkenal," kata Risma saat memberikan sambutan di acara peresmian Jembatan Suroboyo dan air mancur menari, di pesisir pantai Kecamatan Bulak, Surabaya, Jawa Timur Sabtu (9/7/2016).

Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia


Selama ini, sebelum diresmikan, Pemerintah Kota Surabaya memang telah memberikan kesempatan kepada fotografer untuk mencari momen terbaik dalam beberapa uji coba dinyalakannya air mancur menari. Salah satunya, kata Risma, melalui penyelenggaraan lomba foto Jembatan Suroboyo di sosial media Instagram.

Risma kemudian menjelaskan, mengapa jadwal peresmian Jembatan Suroboyo dan air mancur menari pada saat akhir libur Lebaran 2016.

"Saya sengaja meresmikan akhir libur Lebaran (2016). Tujuannya untuk memperpanjang libur lebarannya. Bisa belanja lagi di Surabaya. Menginap lagi di hotel-hotel. Bahkan yang tertarik, bisa menyekolahkan anaknya dan membeli apartemen untuk putra-putrinya," tuturnya.

Risma berharap, Jembatan Suroboyo ini nantinya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan destinasi wisata di Surabaya.

"Kalau pagi hari terkenal sunrise-nya. Matahari terbit indah sekali. Pak Camat menyebutnya sunrise of Bulak," tuturnya

"Saya ingin Bulak tidak bulak (usang) lagi. Saya tidak mau ada peremajaan rumah. Kampung nelayan ini saya beri warna-warni, jadi tetap indah," imbuhnya.

Dalam kesempatan malam ini juga, Risma menyampaikan soal pembangunan Jembatan Suroboyo ini bagian dari rencana pembangunan Jalan lingkar luar timur Surabaya. jalur ini nantinya akan terhubung dengan Terminal 3 Bandara Juanda.

"Ini kan kawasan nelayan. Pemerintah Kota Surabaya mengalah (tidak menggusur kampung nelayan), makanya kita buat jembatan ini," tutup dia.(Hanya di Indonesia)

Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi

Add Comment
Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi - Di Sukabumi beberapa waktu lalu di Kampung Oclang, Girimukti, Sukabumi ditemukan batu-batu aneh mirip bidak catur. Batu-batu itu diyakini peninggalan bersejarah dan ada yang menyebut terkait dengan sebuah candi.

Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi


Arekolog UI Ali Akbar melakukan penelusuran langsung ke lokasi di Kampung Oclang melihat artefak mirip bidak catur itu pada Sabtu (9/7). Lokasi yang berada di kawasan Ciletuh Geopark itu dikenal juga sebagai situs batu bidak.


"Penemuan batu aneh oleh warga Kampung Onclang Desa Girimukti Kecamatan Ciemas Sukabumi Jawa Barat ternyata merupakan artefak unik yang terbilang langka. Jika identifikasi dilakukan melalui foto, maka arkeolog bisa terkecoh. Yang pasti penemuan ini adalah artefak atau buatan manusia masa lalu. Tetapi bukan dari periode Hindu dan Buddha abad ke-5 Masehi. Ini artefak jauh lebih tua, yakni periode Prasejarah saat manusia belum mengenal huruf," jelas Ali.

Ali mengungkapkan dia merevisi pendapatnya terdahulu yang menyatakan artefak ini kemungkinan merupakan bagian dari candi, dengan hanya melihat foto. Setelah melakukan peninjauan ke lapangan dan survei permukaan tanah ternyata ini merupakan artefak yang unik dan menarik.

"Untuk sampai ke lokasi, sebaiknya menuju Panenjoan Ciletuh Geopark. Kemudian berganti kendaraan karena jalan sepanjang sekitar 20 kilometer merupakan jalan berbatu dengan kondisi medan yang menanjak dan menurun. Setelah sampai di Kampung Onclang, situs tersebut hanya sekitar 20 meter dari jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor tadi," urai dia.

Saat di lokasi, Ali melakukan pemeriksaan pada batu-batu itu. Dia juga berbincang dengan sejumlah warga. Dari keterangan warga, didapatkan aneka mitos dan cerita mengenai batu tersebut.



"Penuturan warga setempat, penemuan batu aneh diawali mitos seorang penebang kayu bermimpi dan mendengar suara keras. Kemudian, esok paginya ia berjalan ke sebidang lahan ternyata melihat banyak batu aneh berserakan di permukaan tanah. Pada saat ia menyampaikan ke warga lain dan kembali ke lokasi, batu aneh tersebut tidak ada lagi. Namun, beberapa waktu kemudian akhirnya batu aneh tersebut ditemukan kembali," urai dia.

"Penemuan batu aneh beberapa minggu yang lalu ini, mungkin bisa dipahami sebagai berikut. Letak batu aneh yang berada di perbukitan, pada suatu waktu di masa lalu terkubur oleh tanah. Beberapa minggu yang lalu, terjadi tanah longsor yang akibatnya batu aneh tersebut kembali tersingkap ke permukaan tanah. Namun, sepertinya terjadi longsor lagi sehingga batu aneh berpindah tempat.

"Apa pun kejadiannya, tegas Ali, yang pasti saat ini hamparan batu berbentuk aneh yang jumlahnya lebih dari 100 dapat dilihat di permukaan tanah atau tepatnya di lereng bukit. Beberapa warga menyebutnya Batu Bidak karena bentuknya seperti Anak Catur. Dispardubpora Kabupaten Sukabumi untuk sementara juga menyebutnya Situs Batu Bidak," tambah Ali lagi.

Berdasarkan pengamatan, Ali, terdapat beberapa bentuk batu aneh. Bisa dikatakan tidak ada yang bentuknya sama persis. Namun, sedikitnya terdapat 3 tipe atau bentuk dasar.

Tipe 1 seperti bidak catur. Bagian bawah lebih lebar ukurannya dibandingkan bagian atas. Secara umum terdapat 4 bagian yakni bagian paling bawah, bagian bawah, bagian tengah, bagian atas. Bagian paling bawah adalah bagian untuk menancapkan batu ke dalam tanah, sehingga batu dapat ditegakkan atau berposisi seperti batu nisan. 3 bagian lainnya berada di atas permukaan tanah.

Tipe 2 seperti papan yang lebarnya relatif sama mulai dari atas sampai bawah. Tipe ini juga terdiri atas 4 bagian dengan bagian paling bawah berfungsi sebagai bagian yang menancap di tanah.

Tipe 3 adalah bentuk-bentuk lain misalnya seperti bentuk bulat, oval atau lonjong, dan lainnya namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan Tipe 1 dan 2.

"Tipe 1 bentuknya dalam khasanah ilmu Arkeologi mengingatkan kepada Venus atau Dewi Kesuburan bangsa Romawi yang juga sering disebut Ibu Bangsa Romawi. Tipe 1 bentuknya juga mengingatkan pada konsep Mother Goddess yakni terkait konsep kesuburan, awal mula manusia, atau Dewi Ibu yang dalam budaya Indonesia mungkin seperti konsep Ibu Pertiwi," ungkap dia.

Namun, lanjut Ali, melihat jumlahnya yang relatif banyak yakni seratus lebih, nampaknya batu-batu aneh tersebut lebih berfungsi sebagai penanda individu yang telah meninggal.

"Tipe 1 mungkin untuk penanda perempuan dan Tipe 2 untuk penanda laki-laki. Hal lain yang unik dan menarik adalah letak situs yang berada di punggungan bukit. Dari bukit tersebut dapat melihat laut selatan tanpa terhalang apa pun. Sepertinya ada relasi maya berkonsep budaya maritim antara nenek moyang dan laut yang bersifat transendental. Batu-batu unik seperti sedang berjejer di lereng bukit menghadap atau berorientasi ke laut," tutup dia. (Hanya di Indonesia)