Google Earth-pun Mengakui Ambalat Milik RI

Google Earth-pun Mengakui Ambalat Milik RI

Add Comment
unia internasional mengakui bahwa Blok Ambalat adalah bagian dari Republik Indonesia. Blok Ambalat tidak sekedar bagian dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), melainkan benar-benar bagian dari wilayah teritorial Indonesia.

Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada gambar di bawah ini bahwa Blok Ambalat berada di selatan daripada batas wilayah Indonesia-Malaysia (di Google Earth, sejak awal batas negara ini ditandai dengan garis kuning tebal).



Sebagaimana dilansir harian Kompas tanggal 6 Juni 2009 dalam berita berjudul “Menhan: RI Tak Gentar Hadapi Manuver Malaysia”, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan bahwa sejak 1966 Indonesia telah memberikan konsensi pada perusahaan multinasional ENI dan Chevron di Blok Ambalat dan itu tidak pernah dipersoalkan Malaysia sebelumnya, sampai mereka mengeluarkan Peta Maritim 1979, yang ditentang oleh Indonesia, Singapura, Vietnam dan China. “Hasil kontrak itu, selama ini juga masuk ke kas Negara Indonesia. Jadi, bagaimana pun posisi kita lebih kuat. Semua berdasar Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982,” ujar Menhan.

Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.

Untuk itu, terhadap Blok Ambalat ini, perlu kiranya Indonesia menerapkan langkah yang serupa, yakni melakukan effective occupation terhadap Ambalat sebagai unjuk kedaulatan kita di sana. Effective occupation ini dapat dilakukan dengan melakukan eksplorasi minyak di sana, maupun dengan aktifnya nelayan kita melaut, tentunya dengan pengawalan ketat TNI untuk menjamin agar mereka tidak mendapat gangguan dari pihak asing manapun yang tidak ingin Ambalat tetap menjadi milik Indonesia.


(kapanlagi.com)
Puluhan Lampu Dicuri, Suramadu Terancam Gelap

Puluhan Lampu Dicuri, Suramadu Terancam Gelap

Add Comment
Hanya di Indonesia - Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) baru saja diresmikan penggunaannya pada Rabu 10 Juni 2009. Namun, jembatan terpanjang di Indonesia itu sudah jadi obyek vandalisme berupa aksi corat-coret dan bahkan pencurian.

Kontraktor asal China yang mengerjakan jembatan ini melaporkan kehilangan lampu penerangan. ""Ada 42 lampu penerangan yang hilang. Itu diketahui dan dilaporkan tadi pagi," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Departemen PU, Ismail, Rabu 17 Juni 2009.

Lampu yang hilang, tambah dia, berada di tembok jembatan yang dicor dan sudah dilindungi baja.

Akibat hilangnya lampu-lampu itu, di malam hari, sejumlah bagian Suramadu terancam gelap gulita. Mau tak mau, pengendara yang lewat di malam hari harus maksimal menyalakan lampu kendaraannya.

Tak hanya lampu yang jadi sasaran tangan-tangan jahil, mur atau baut jembatan juga ikut dipreteli. Baut yang hilang diketahui berada di tepi badan jalan. Demikian juga dengan penutup saluran air.

Hal ini memaksa pihak pengelola Jembatan Suramadu memperkuat pengamanan. PT Jasa Marga memperketat pengamanan dengan cara memasang kamera CCTV di beberapa titik.

Program uji coba gratis melewati Jembatan Suramadu telah berakhir pada Selasa 16 Juni 2009. Mulai hari Rabu 17 Juni 2009 pukul 00.00, PT Jasa Marga selaku operator Suramadu mengenakan tarif antara Rp 3.000-Rp 90.000 bagi kendaraan yang melintas di jembatan itu.

Seperti disiarkan TVOne, pada hari pertama pemberlakuan tarif, situasi Jembatan Suramadu kontras dibanding masa uji coba gratis. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas.

Padahal, PT Jasa Marga mencatat, ada 5.000 kendaraan roda empat dan 11.000 motor yang melintas selama masa uji coba empat hari.

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bakal memasang kamera CCTV di sejumlah titik di ruas jalan tol dan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu).

Pemasangan kamera CCTV ini dimaksudkan untuk mengontrol keselamatan pengguna jalan dan memantau kondisi properti dari jembatan terpanjang di Asia Tenggara itu. Pasalnya, beberapa hari pascadioperasikan, terjadi kerusakan pada lampu, baut, dan rantai pembatas jalan hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya-Gempol- Jembatan Suramadu, Agus Purnomo mengatakan, pascapemberlakukan tarif tol Suramadu pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan, terkait pemasangan kamera CCTV.

Hal itu, kata dia, diharapkan bisa mengontrol keselamatan pengguna maupun kondisi properti Jembatan Suramadu. "Setelah 18 bulan pertama pengelolaan, BPJT akan membangun gerbang tol permanen," imbuh Agus Purnomo.

Penegakkan tata tertib lalu-lintas yang akan diberlakukan oleh Jasa Marga jika sudah diberlakukan tarif tol, ternyata masih isapan jempol. Pasalnya berdasarkan pantuan di lapangan, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran lalu-lintas yang belum ditindak oleh petugas. Bahkan petugas terkesan melakukan pembiaran.

Misalnya saja, soal jumlah penumpang sepeda motor yang tidak boleh melebihi dua orang. Kenyataan di lapangan masih banyak kendaraan sepeda motor yang ditumpangi oleh ibu, bapak dan dua orang anaknya yang tetap bisa melintas di Jembatan Suramadu.

Memang petugas Jasa Marga tidak berhak untuk melakukan penindakan karena yang mempunyai kewenangan adalah polisi. Tapi sayangnya, menjelang masuk loket tiket sepeda motor tidak ada polisi lalu-lintas yang berjaga untuk memberikan teguran atau bahkan penindakan.

Yang lebih parah malah terjadi di loket tiket sisi Madura. Di loket ini dalam pantauan okezone, sempat ada polisi yang berjaga dan mengatur di sekitar loket tiket sepeda motor.

Namun mengetahui banyaknya sepeda motor berpenumpang lebih dari dua orang petugas tidak bisa berbuat banyak. "Bagaimana ini kok banyak yang membawa anak," kata Bripda Yusuf tanpa melakukan tindakan.

Selain penumpang sepeda motor yang lebih dari dua orang, pelanggaran yang terjadi adalah berhenti di tengah jalan. Ini terutama banyak terjadi di sisi bentang tengah Jembatan Suramadu.

Tak hanya penumpang sepeda motor yang banyak berhenti, namun juga mobil-mobil juga banyak berhenti. Mereka berhenti untuk sekedar foto-fotoan. Jadi siapa bilang kalau sudah diterapkan tarif tol tidak bisa foto-fotoan lagi di Jembatan Suramadu? (vvn/okz) www.suaramedia.com
Tolak Bala dengan Kethoprak

Tolak Bala dengan Kethoprak

Add Comment
BANYAKNYA bencana di Bumi Pertiwi, membuat orang berlomba-lomba mencari formula tepat mengatasinya. Yang paling banyak digagas: kembali ke tradisi. Dekat dengan alam. Memperbanyak sedekah dan ritual bumi.

Konsep yang sebenarnya sudah ada sejak dulu, kembali dilirik. Dipandang logis dan mungkin bisa mengatasi masalah. Maka, di tengah munculnya bencana alam di berbagai tempat, dibentuklah grup ketoprak lesung tolak bala.

Bukan tanpa alasan atau sekadar cari sensasi. Komunitas ini memang benar-benar dibikin untuk mengantisipasi bencana alam. Menolak bala.

“Awalnya, kita hanya ngetoprak biasa. Tapi setelah kita ketemu Mas Lephen, diarahkan seperti sekarang,” kata Rubidi, personel grup Ketoprak Lesung Tolak bala Masyarakat Adat dan Tradisi Ritual Menoreh Kulonprogo.

Lephen Purwaraharja, Dosen Teater ISI Yogya, memang berada di balik layar. “Lewat ketoprak ini, orang yang mungkin anaknya sakit, bisa bernadzar agar sembuh.



Dalam pentas ini, juga ada doa. Doa itulah yang kita harapkan bisa menghindarkan bencana,” kata Lephen.

Kesenian memang tak lepas dari ritual bumi. Setiap digelar acara tradisi seperti itu, bersih desa misalnya, kadang disisipi pentas wayang kulit atau jatilan. Bahkan wayang kulit, dipercaya sebagian kalangan bisa menjadi sarana meminta hajat. Jika ketoprak akhirnya dilarikan ke situ, tak berlebihan.

Menurut Mbah Amat, rois Dusun Sendangrejo Purwoharjo Sami-galuh Kulonprogo —yang terlibat di ketoprak ini— agar permohonan dikabulkan, doa dilengkapi ubarampe. Seperti kambing, nasi tumpeng lengkap jajan pasarnya. “Pokoknya sama de-ngan kalau selamatan. Biar lebih cepat terkabul,” kata Mbah Amat yang kebagian peran sebagai pendoa tiap ketoprak ini tampil.

Benarkah benca-na bisa diantisipasi lewat cara ini? Entahlah. Yang pasti, doa merupakan sarana paling pas untuk memohon hajat kepada Sang Pencipta.

PS: Kethoprak dalam hal ini bukan makan, tapi seni pentas Jawa
Indonesia Masih Paling Murah Senyum

Indonesia Masih Paling Murah Senyum

Add Comment
Stockholm -Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%.

Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia (8/4/2009) yang diteruskan Korfungsi Pensosbud KBRI Stockholm Dody Kusumonegoro kepada detikcom (16/5/2009) juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.

Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.

Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.

Sektor industri dengan senyum terbaik adalah Health & Beauty Care (Kesehatan dan Perawatan Kecantikan) dan Transportasi dengan skor 86%, dan terendah adalah sektor B2B dengan 52%.

Data-data di atas dikompilasi dari para Mystery Shopper, yakni orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan. Mereka ini pura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.

Hasil kompilasi survei 2008 yang meliputi data customer service itu termasuk jawaban dari 2,5 juta lebih pertanyaan mengenai Smile (senyum), Greeting (salam) dan Add-on Sales (layanan tambahan saat penjualan) di 66 negara.

Untuk layanan tambahan saat penjualan, skor tertinggi diraih sektor B2B (65%), sedangkan leisure paling rendah dengan skor cuma 40%. Sementara penjualan tertinggi dibukukan Pakistan (82%), terendah adalah Finlandia (3%).

Smiling Report mencatat tren yang terus menurun tiap tahun untuk Senyum, yakni 77% (2008), 82% (2007) dan 87% (2004). Tren penurunan juga terjadi Salam, yakni 81% (2008, 2007) dibandingkan 88% di 2004.

www.detik.com
Bahasa prokem , perburuk bahasa indonesia

Bahasa prokem , perburuk bahasa indonesia

Add Comment
Hanya di Indonesia - Bahasa prokem yang biasa digunakan oleh kalangan remaja tertentu dikhawatirkan dapat memperburuk perkembangan bahasa Indonesia.
"Sebagai bahasa pergaulan, perkembangan bahasa prokem itu sangat pesat. Hal ini dikhawatirkan justru memberikan pengaruh buruk terhadap bahasa Indonesia," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jatim Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI, Amir Mahmud, di Surabaya, Rabu.

Oleh sebab itu, dia minta para tenaga pendidik di sekolah untuk lebih mengintensifkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
"Memang harus diakui kualitas sumber daya manusia kita di bidang bahasa Indonesia masih minim. Hal ini yang perlu ditingkatkan," katanya di sela-sela seminar internasional tentang Relasi Lokalitas-Globalitas Menuju Modernitas Bahasa dan Sastra Indonesia.

Meskipun demikian, dia menganggap kehadiran bahasa prokem itu wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja.
Masa hidupnya terbatas sesuai dengan perkembangan usia remaja. Selain itu, pemakaiannya pun terbatas pula di kalangan remaja kelompok usia tertentu dan bersifat tidak resmi.
"Kami yakin, kalau sudah ke luar dari lingkungan kelompoknya itu, mereka akan beralih dan menggunakannya kembali bahasa lain yang berlaku secara umum," kata Amir.

Ia menjelaskan, bahasa prokem itu konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem itu digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu.

Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya.

Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. "Hal ini merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal," katanya menambahkan.

Kosakata bahasa prokem di Indonesia diambil dari kosakata bahasa yang hidup di lingkungan kelompok remaja tertentu. Pembentukan kata dan maknanya sangat beragam dan bergantung pada kreativitas pemakainya.
Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa prokem, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.

Beberapa kata dalam bahasa prokem yang dikenal masyarakat, di antaranya "bokap" untuk menggantikan kata bapak, "nyokap" (ibu), "doi" (dia), "hebring" (sangat hebat), dan masih banyak lagi.
Beda Soto dengan Sop

Beda Soto dengan Sop

Add Comment
Mungkin sudah terlalu sering perbedaan ini saya tanyakan. Apa bedanya soto dan sop? Tetapi, hingga sekarang saya tidak pernah menemukan jawabnya. Saya pernah mencoba membuat teori sendiri. Kalau memakai santan dan gurih, seharusnya disebut soto. Tetapi, bila bening disebut sop.

Wah, ternyata definisi itu sulit diterapkan tanpa debat yang pasti berkepanjangan. Ternyata, banyak soto yang bening, misalnya: soto bandung, soto banjar, dan soto kudus. Bahkan, soto betawi pun kini mulai muncul dua versi: versi bening untuk mereka yang sadar kesehatan, dan versi bersantan mlekoh.

Selain itu, juga banyak sop yang tidak bening-bening amat. Sop brenebon (kacang merah, bruinebonen) dari Manado adalah contohnya. Kalau pertanyaan itu diperluas dengan kuah asam dari Minahasa dan palu basa dari Makassar, maka definisinya jadi semakin kacau.

Belum lama ini saya “menemukan” sebagian jawaban dari pertanyaan itu. Di lintasan Padang-Solok ada sebuah warung sop yang kondang. Nama warungnya Sop Abang, di Desa Gadung Dama Cupak. Sejak pagi sudah buka, sekitar pukul dua siang biasanya sudah habis. Ketika mampir ke sana, saya langsung memesan semangkuk sop. Di belakang saya, empat perwira menengah polisi terpaksa balik kanan masuk mobil karena sop sudah habis.

“Wah, diborong Pak Mak Nyuss semua,” kata mereka berkomentar. Padahal, saya sudah menelepon dua jam sebelumnya agar disisihkan dua porsi yang terakhir. Memang, warungnya sangat laris. Ketika saya sedang makan pun ada tiga mobil berhenti dan terpaksa pergi lagi dengan kecewa.

Tetapi, lho, kok yang kemudian datang sangat mirip dengan soto padang? Lengkap dengan aksesori kerupuk tapioka berwarna merah, serta kuah yang kemerahan dan harumnya mirip masakan berbumbu rempah-rempah India. Aroma bunga lawang (pekak, star anise) dan kapulaga mencuat dengan cantiknya. Ah, jangan-jangan karena sopnya habis, lalu diganti dengan soto padang?

“Bukankah ini soto padang?” saya bertanya. Si empunya warung menjawab dengan ringan. “Kalau soto padang, Pak Cik, dagingnya digoreng. Kalau sajian kami dagingnya tidak digoreng. Karena itu kami namai sop daging,” jawabnya bersiasat. Ah, urang awak memang pintar bersilat lidah.

Ah, so desu ka? Kenapa soto betawi hampir selalu memakai daging dan jeroan yang digoreng, tetapi bila dagingnya tidak digoreng pun tetap disebut soto betawi? Kenapa tidak disebut sop betawi? Dan kenapa pula sop kaki kambing yang khas Betawi tetap disebut sop sekalipun bersantan dan gurih seperti layaknya soto?

Yah, sudahlah! Kalau kita terus berdebat soal nama, kapan makannya? Saya hirup kuah sop padang yang lezat dan bikin merem-melek. Dagingnya pun lembut, dengan rasa rempah yang merasuk hingga tiap seratnya.

Bila Anda berkendara di lintasan Tegal-Slawi, pasti akan menemukan banyak warung soto dengan merek Sedap Malam di Desa Talang. Dari sekian banyak Sedap Malam, yang asli ternyata cuma dua. Yang satu pakai nama Daan Jenggot, dan satunya lagi Kiman. Keduanya berada di sisi jalan yang sama, dan hampir sebelah-menyebelah. Almarhum Daan Jenggot adalah perintisnya. Kiman adalah anaknya. Yang lain adalah para mantan staf dapur Daan Jenggot yang kemudian membuka warung-warung mereka sendiri.

Menurut cerita istrinya yang sekarang meneruskan usaha, Daan Jenggot berasal dari Pekalongan. Ia pertama kali jualan soto di Comal, sebuah kota kecil antara Tegal-Pekalongan. Daan Jenggot mulai populer setelah ia memindahkan pikulannya ke alun-alun Tegal. Sotonya mulai diantre orang. Sukses itu membuat Daan Jenggot kemudian membuka warung di Talang, pinggiran Tegal.

Kalau Anda kenal tauto alias soto kerbau dari Pekalongan yang berbumbu tauco, maka Anda pasti akan menyebut soto buatan Daan Jenggot ini sebagai tauto juga. Kuahnya kental bergelimang kaldu, tauco, dan berwarna jingga karena cabai merah. Aroma tauconya pun menonjol. Tidak pelak lagi, ya seperti ini jugalah rasa dan aroma kuah tauto pekalongan.

Di Daan Jenggot, proteinnya boleh dipilih: ayam atau sapi. Keduanya juga tersedia dalam pilihan: daging saja, atau campur jeroan. Nasi dicampur dalam mangkuk soto berkuah. Mangkuknya sendiri berukuran kecil. Ini adalah ukuran yang selalu bikin repot. Kalau pesan satu mangkuk, terlalu sedikit. Tetapi, bila pesan dua mangkuk tentu kebanyakan. Banyak yang menyiasati dengan pesan satu setengah mangkuk. Tetapi, jangan heran bila pesanan kedua yang setengah mangkuk itu volumenya tidak beda dengan yang porsi penuh.

On the side, disajikan semangkuk rajangan daun bawang dan semangkuk kriuk. Yang dimaksud kriuk adalah kulit ayam dan bagian-bagian lain yang digoreng garing sehingga mirip kerupuk. Kriuknya ditaburkan di atas kuah soto, menyajikan tekstur yang sungguh unik. Makan soto Daan Jenggot dijamin keringat menetes-netes dari ubun-ubun saking pedasnya.

Untuk ukuran orang Jakarta, harga soto di Daan Jenggot ini tidak masuk akal murahnya. Hanya Rp 8.000 semangkuk. Murah banget! Padahal, suwiran ayam maupun potongan daging sapi dan jeroannya cukup generous. Tidak heran bila dalam sehari mereka dapat menjual sekitar seribu mangkuk. Pada saat-saat liburan Idul Fitri, sesuai dengan arus balik orang Tegal yang rindu masakan daerah, jualan soto Daan Jenggot dapat meningkat tiga kali lipat. Luar biasa!

Lucunya, di beberapa tempat lain di Tegal, soto yang memang sangat mirip dengan tauto ini disebut sauto. Misalnya, sauto dimpil yang terkenal di Desa Dimpil. Kesimpulannya: soto tegal, sauto tegal, dan tauto pekalongan adalah sami mawon. Kalaupun ada perbedaan, hanya berkategori “beti” – beda-beda tipis.

Orang Tegal rupanya memang punya demokrasi tersendiri soal penamaan. Sajian berkuah yang di Pemalang disebut grombyang—blasteran antara soto dan rawon—di Tegal disebut gombyang. Tanpa “r”. Grombyang, seperti pernah saya tulis terdahulu, adalah “blasteran” antara soto dan rawon. Tetapi, ke dalam kuahnya dicampurkan serundeng dari parutan kelapa yang digoreng. Tambahan serundeng ini membuat grombyang agak mirip palubasa dari Makassar.

Di Pati ada lagi masakan berkuah dengan kreativitas lebih, yaitu nasi gandul. Kuahnya sangat gurih. Saya menyebut kuah nasi gandul ini adalah blasteran antara soto, rawon, pindang kudus, dan gulai. Muantep banget! Seperti juga di Kudus, nasi gandul di Pati ini juga sering tersedia dalam versi daging kerbau.

Di Sulawesi Selatan, hidangan berkuah tampil dengan berbagai nama. Ada sop saudara yang memang berkesan seperti sop, dalam arti kuah bening rasa segar. Bila lebih gurih dengan kuah lebih kental, namanya coto dengan kuah berbasis kacang tanah. Mirip coto, tetapi gurihnya lebih nendang adalah palubasa, yang juga berbasis kacang tanah, tetapi diperkaya lagi dengan serundeng yang ditumbuk halus. Efek krenyes-krenyes di dalam kuahnya—apalagi bila dicampur telur ayam kampung mentah—membuat saya selalu mabuk kepayang bila menikmati palubasa.

Setidaknya, ada pembeda yang jelas di Makassar untuk soto yang proteinnya dari ikan. Hidangan yang lebih mirip sop ini disebut palumara. Yang paling populer tentulah palumara ulu juku (kepala ikan). Bila berbumbu keluak, namanya palukaloa. Untuk memberi tendangan khusus, palumara atau palukaloa disajikan dengan sambal mangga muda. Wuihh, segar sekali!

PT INTI Akan Buat Komputer Lokal Murah

Add Comment
VIVAnews - PT Industri Telekomunikasi Indonesia saat ini sedang menjajaki untuk membuat komputer murah buatan Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Darman Darwis, Sales Engineering Division Head INTI, Kamis 25 Juni 2009.

"Kami memang memiliki program untuk membuat low cost computer," ujar Darman kepada VIVAnews, usai acara penandatanganan kerja sama pengembangan open source antara Sun Microsystem dengan Departemen Perindustrian.

Saat ini, kata Darman, program ini masih dalam taraf pengkajian PT INTI. Menurutnya, program ini bertujuan untuk menyediakan komputer murah seperti halnya program One Laptop Per Children (OLPC) yang digagas oleh Nicholas Negroponte.

Namun, kata Darman, belum dapat memastikan apakah harga yang akan dipatok oleh PT INTI bisa semurah harga komputer OLPC (notebook XO). "Itu sangat tergantung dengan volume hardware yang kita buat. Bila kita mendapat pesanan dalam jumlah besar, otomatis harga bisa turun," katanya.

Belum jelas bagaimana spesifikasi dari komputer murah yang akan dibuat oleh PT INTI. Yang jelas, PT INTI saat ini terlibat dalam proyek pengembangan teknologi open source COSTA dengan Sun Microsystems dan Departemen Perindustrian.

Darman tak menampik kemungkinan komputer murah buatannya bakal menggunakan teknologi prosesor open source milik Sun yakni prosesor OpenSparc. Bahkan menurut Associate Director Business Development Sun Microsystems Indonesia Harry Kaligis, belum lama ini Sun sengaja menggelar workshop pengkajian teknologi OpenSparc di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Workshop dipandu langsung oleh seorang evangelist dari Sun pusat, dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ITB," ujar Harry. Sun saat ini memang memang tengah mulai membentuk ekosistem Sparc di Indonesia.

Lebih jauh, menurut Strategic Program Manager at Sun Microsystems Indonesia Adhari Mahendra, arsitektur prosesor OpenSparc bisa dipelajari secara gratis dan pengembang dari Indonesia bisa mendesain sendiri sebuah prosesor untuk sebuah netbook, misalnya.

Pasalnya, kata Adhari, prosesor yang dimiliki oleh Sun cukup powerful. Misalnya saja, prosesor UltraSparc T2 telah memiliki 8 inti (core) dan masing masing inti mendukung 8 thread.
"Padahal prosesor Intel yang ada di pasaran saat ini hanya mendukung empat inti (quad core) dan masing-masing inti cuma dua thread," kata Adhari.

Teknologi prosesor tersebut, kata Adhari bisa saja disederhanakan (down-grade)untuk menyediakan sebuah prosesor yang lebih sederhana, misalnya yang berinti tunggal.

Darman mengakui, PT INTI juga telah menjajaki untuk membuat komputer murah bagi Depdiknas. Namun, Darman tak menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah itu, dan mengaku belum tahu apakah Depdiknas memang akan benar-benar memesan laptop ke perusahaannya.



Seorang sumber VIVAnews yang dekat dengan pejabat Depdiknas mengatakan, bahwa departemen itu memang sudah sejak lama memiliki rencana untuk menyediakan laptop murah bagi guru-guru di seluruh Indonesia.

Menurut sumber tersebut, notebook tersebut nantinya akan dilengkapi dengan software open source. Namun ia tidak tahu apakah notebook itu yang akan dipesan oleh Depdiknas kepada PT INTI. (Hanya di Indonesia)
Hewan Asli Indonesia yang Hampir Punah

Hewan Asli Indonesia yang Hampir Punah

Add Comment
1. Hiu karpet berbintik (Hemiscyllium freycineti)




Berpola kulit yang indah, hiu ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan kulit macan tutul. Heksagonal cokelat bintik, dengan pusat-pusat pucat, penuh di seluruh tubuh bagia atas. Kecil bintik-bintik gelap menutupi moncong, dan besar, gelap yang terletak tepat di belakang sirip dada. Kedua sirip punggung dan sirip anus ditempatkan di belakang tubuh,pada ekor tebal
habitatnya pada air dangkal di terumbu karang, pasir dan rumput laut yh lebat, berada didaerah papua



2. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)





panjangnya bisa mencapai 2-4 meter, tingginya 170cm dan beratnya mencapai 900 – 2,300 kg.
Statusnya sangat terancam, WWF melidungi hewan ini,badak Jawa adalah salah satu mamalia besar paling langka di dunia . Nama rhinoceros berasal dari bahasa Yunani untuk 'nose horn', dan badak Jawa memiliki satu tanduk di moncongnya itu, seperti tanduk badak, tidak memiliki inti yang kurus tapi terdiri dari serat keratin. Dewasa dalam warna abu-abu, dan memiliki penampilan yg berlapis baja disebabkan oleh lipatan dalam kulit berbulu. Kita dapat menemui hewan ini di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten



3. Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis)





Tergolong kedalam hewan yang rentan kepunahannya redaftar didalam data hewen yg hampir punah didunia.
Babirusa Sulawesi jelas diketahui menghuni semenanjung utara dan utara-bagian timur Sulawesi, dan jangkauan dapat juga meliputi pusat, timur dan selatan-timur Sulawesi, meskipun studi lanjut pada penggolongan / taksonomi hewan ini diperlukan sebelum hal ini dapat dikonfirmasi. Beratnya mencapai 600kg, Hidup di hutan hujan dan beriklim tropis.



4. Maleo (Macrocephalon maleo)






Ukurannya 55-60 cm.
termasuk ke dalam hewan yang terancam populasinya,
Habitatnya di sulawesi dan pulau buton. Tinggal di dataran rendah dan pantai
Burung mencolok ini memiliki khas kurus, gelap pada mahkota pelindung kepala, wajah berwarna kekuningan. Paha yang hitam, dan perut putih, dengan warna merah muda pada dorsal(dada). Burung langka ini biasanya diam, tetapi, terutama di sekitar sarang sangat menjaga, dapat memancarkan suara sangat luar biasa. Ini termasuk ringkikan keras dan, ketika dalam perebutan, seperti bebek ber-kwek



5. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)





panjang ekor: 40 cm, Kepala+ panjang badan: 180 cm, jantan tinggi: 27-37 cm, betina height: 18-26 cm.
Spesies ini endemik untuk pulau Sulawesi Indonesia, di mana jangkauan membentang sekitar 5.000 km², Sesuai dengan namanya jenis ini mendiami hutan dataran rendah. Hal ini juga terjadi di daerah berawa dan di masa lalu tercatat dari daerah pesisir



6. Kelelawar berjenggot coklat dan ekor selubung (Taphozous achates)



kelelawar ini mesih memilki data yang kurang, tapi habitanya adalah ndonesia



7. Kus-kus Sulawesi (Strigocuscus celebensis)


pajang badan dan ekornya hampir sma loh gan Kepala-badan panjang: 294-380 mm, panjang ekor : 270-373 mm. Kuskus Sulawesi kecil adalah mungil, possum-seperti marsupial, dengan lembut, pucat dan bulunya agak jarang. Endemik dari Indonesia, kuskus ini hanya ada di Sulawesi dan pulau-pulau dekat Sangihe, Siau dan Muna



8. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi)





Panjang kepala-badan: 150 cm, ekor: 24 cm, tinggi bahu: 70 cm, Tanduk: 15 - 20 cm
Anoa gunung adalah hewan yg terancam punah, hewan ini adalah subfamili sapi liar, namun karena ukurannya yang kecil, itu lebih mirip dengan rusa.
Anoa gunung hewan endemik Indonesia, ada hanya di provinsi Sulawesi dan pulau dekat Buton
Sangat sedikit yang diketahui tentang preferensi habitat anoa gunung, karena itu adalah pemalu dan sedikit yg mempelajarinya. Hewan ini diketahui hidup di ketinggian antara 500 dan 2000 meter, namun laporan-laporan berbeda pada habitat lain. Ada yang mengatakan bahwa anoa pegunungan mendiami wilayah hutan lebat yang vegetationally beragam, sedangkan laporan lainnya yang suka area hutan yang relatif terbuka dengan kepadatan tanaman adapun yg mengatakan padadi sekitar daerah terbuka dan sumber-sumber air



9. Jalak bali (Leucopsar rothschildi)







Panjang: 25 cm, Berat 85-90 gr
Populasinya sangat terancam,jalak Bali merupakan salah satu burung paling langka di dunia dan relatif baru bagi ilmu pengetahuan menjadi yang pertama dijelaskan pada 1912 oleh Walter Rothschild. pada jalak bali dewasa memiliki sayap putih dengan strip hitam, ekor tipis dan biru di sekitar mata. Hewan endemik bagi pulau Bali di Indonesia dan sebelumnya ditemukan di sepanjang barat laut dari pulau ketiga.Mendiami hutan monsun dan akasia sabana



sumber:
http://www.arkive.org/search.html?cl...eet=tng-search