Puluhan Lampu Dicuri, Suramadu Terancam Gelap

Hanya di Indonesia - Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) baru saja diresmikan penggunaannya pada Rabu 10 Juni 2009. Namun, jembatan terpanjang di Indonesia itu sudah jadi obyek vandalisme berupa aksi corat-coret dan bahkan pencurian.

Kontraktor asal China yang mengerjakan jembatan ini melaporkan kehilangan lampu penerangan. ""Ada 42 lampu penerangan yang hilang. Itu diketahui dan dilaporkan tadi pagi," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Departemen PU, Ismail, Rabu 17 Juni 2009.

Lampu yang hilang, tambah dia, berada di tembok jembatan yang dicor dan sudah dilindungi baja.

Akibat hilangnya lampu-lampu itu, di malam hari, sejumlah bagian Suramadu terancam gelap gulita. Mau tak mau, pengendara yang lewat di malam hari harus maksimal menyalakan lampu kendaraannya.

Tak hanya lampu yang jadi sasaran tangan-tangan jahil, mur atau baut jembatan juga ikut dipreteli. Baut yang hilang diketahui berada di tepi badan jalan. Demikian juga dengan penutup saluran air.

Hal ini memaksa pihak pengelola Jembatan Suramadu memperkuat pengamanan. PT Jasa Marga memperketat pengamanan dengan cara memasang kamera CCTV di beberapa titik.

Program uji coba gratis melewati Jembatan Suramadu telah berakhir pada Selasa 16 Juni 2009. Mulai hari Rabu 17 Juni 2009 pukul 00.00, PT Jasa Marga selaku operator Suramadu mengenakan tarif antara Rp 3.000-Rp 90.000 bagi kendaraan yang melintas di jembatan itu.

Seperti disiarkan TVOne, pada hari pertama pemberlakuan tarif, situasi Jembatan Suramadu kontras dibanding masa uji coba gratis. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas.

Padahal, PT Jasa Marga mencatat, ada 5.000 kendaraan roda empat dan 11.000 motor yang melintas selama masa uji coba empat hari.

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bakal memasang kamera CCTV di sejumlah titik di ruas jalan tol dan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu).

Pemasangan kamera CCTV ini dimaksudkan untuk mengontrol keselamatan pengguna jalan dan memantau kondisi properti dari jembatan terpanjang di Asia Tenggara itu. Pasalnya, beberapa hari pascadioperasikan, terjadi kerusakan pada lampu, baut, dan rantai pembatas jalan hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya-Gempol- Jembatan Suramadu, Agus Purnomo mengatakan, pascapemberlakukan tarif tol Suramadu pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan, terkait pemasangan kamera CCTV.

Hal itu, kata dia, diharapkan bisa mengontrol keselamatan pengguna maupun kondisi properti Jembatan Suramadu. "Setelah 18 bulan pertama pengelolaan, BPJT akan membangun gerbang tol permanen," imbuh Agus Purnomo.

Penegakkan tata tertib lalu-lintas yang akan diberlakukan oleh Jasa Marga jika sudah diberlakukan tarif tol, ternyata masih isapan jempol. Pasalnya berdasarkan pantuan di lapangan, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran lalu-lintas yang belum ditindak oleh petugas. Bahkan petugas terkesan melakukan pembiaran.

Misalnya saja, soal jumlah penumpang sepeda motor yang tidak boleh melebihi dua orang. Kenyataan di lapangan masih banyak kendaraan sepeda motor yang ditumpangi oleh ibu, bapak dan dua orang anaknya yang tetap bisa melintas di Jembatan Suramadu.

Memang petugas Jasa Marga tidak berhak untuk melakukan penindakan karena yang mempunyai kewenangan adalah polisi. Tapi sayangnya, menjelang masuk loket tiket sepeda motor tidak ada polisi lalu-lintas yang berjaga untuk memberikan teguran atau bahkan penindakan.

Yang lebih parah malah terjadi di loket tiket sisi Madura. Di loket ini dalam pantauan okezone, sempat ada polisi yang berjaga dan mengatur di sekitar loket tiket sepeda motor.

Namun mengetahui banyaknya sepeda motor berpenumpang lebih dari dua orang petugas tidak bisa berbuat banyak. "Bagaimana ini kok banyak yang membawa anak," kata Bripda Yusuf tanpa melakukan tindakan.

Selain penumpang sepeda motor yang lebih dari dua orang, pelanggaran yang terjadi adalah berhenti di tengah jalan. Ini terutama banyak terjadi di sisi bentang tengah Jembatan Suramadu.

Tak hanya penumpang sepeda motor yang banyak berhenti, namun juga mobil-mobil juga banyak berhenti. Mereka berhenti untuk sekedar foto-fotoan. Jadi siapa bilang kalau sudah diterapkan tarif tol tidak bisa foto-fotoan lagi di Jembatan Suramadu? (vvn/okz) www.suaramedia.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »