Irwandi Jaswir : Raih Penghargaan Peneliti Terbaik

Hanya di Indonesia - Tidak sedikit anak bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Salah satunya ialah Irwandi Jaswir, alumni Institut Pertanian Bogor yang kini menjadi pengajar di International Islamic University, Malaysia. Pria berusia 40 tahun itu pada Rabu (10/3) baru saja dianugerahi penghargaan Outstanding Researcher Award 2010 oleh universitas tempatnya mengajar.


Penghargaan tahunan yang diraih Irwandi itu diperuntukkan bagi dosen yang dinilai menunjukkan prestasi di bidang penelitian. “Rasanya sangat puas dan gembira menerima penghargaan peneliti terbaik 2010 karena ini adalah penghargaan yang paling bergengsi dari belasan penghargaan yang diumumkan selama ajang tahunan ini," kata pria asal Medan, Sumatra Utara itu.

Irwandi patut berbangga tentunya. Betapa tidak, universitas tempatnya bekerja termasuk salah salah satu universitas internasional yang banyak peminatnya. Di sana terdapat 20 ribu mahasiswa yang berasal dari sekitar100 negara dan sekitar 2 ribu dosen yang berasal dari 80 negara.

Penghargaan yang diraih Irwandi didasari atas prestasi yang sudah dilakukannya sepanjang 2009. Di antaranya, dia sudah memublikasikan 11 artikel di jurnal internasional, 10 artikel di konferensi internasional, lima book chapters (bab buku), serta 4 anugerah internasional, termasuk Asia Pacific Young Scientist Award pada tahun lalu.

Dalam salah satu artikelnya berjudul Bersinergi Menuju Pentas Dunia sewaktu dirinya dicalonkan sebagai Rektor ITB 2010-2014, pria yang dibesarkan di Bukittinggi, Sumatra Barat, itu pernah mengungkapkan keinginannya untuk menuju “pentas dunia”. Demi mewujudkan tekadnya itu Irwandi pun lebih gigi melakukan riset serta pelbagai aktivitas terkait.

Kegigihan Irwandi pun didukung kemudahan yang diberikan pihak universitas untuk mendorong civitas akademi aktif melakukan riset serta produktif dalam menghasilkan berbagai publikasi di jurnal-jurnal ilmiah luar negeri. Selain itu, pihak universitas juga mengurangi sistem birokrasi terkait riset, lebih transparan dan akuntabel terhadap pemberian dana penelitian, membuat sistem berjenjang dan terstruktur kelompok-kelompok riset, mulai dari research group, research unit, research centre, hingga research institute.

Produktivitas para peneliti juga bisa semakin meningkat melalui penerapan sistem rewards and punishment yang seimbang, pengadaan dukungan fasilitas dan kemudahan, serta adanya inisiatif para peneliti untuk ikut serta di ajang-ajang riset dan inovasi dunia.

Perjalanan Irwandi yang telah menoreh prestasi di bidang penelitian itu tergolong panjang. Seusai memperoleh gelar sarjana dari IPB, dia melanjutkan pendidikan S-2 di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) bidang kimia dan biokimia pangan. Setelah lulus, dia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Malaysia dan Kanada untuk mengambil program doktoral di bidang yang sama di UPM dan University of British Columbia, Kanada. Sejak tahun 2001, ayah tiga orang anak itu memulai kariernya di Department of Biotechnology, International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, hingga sekarang.(Koran-jakarta.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »