Kantin Kejujuran Tulungagung Bangkrut

Hanya di Indonesia - TULUNGAGUNG - Kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang di-launching 20 hari lalu bangkrut. Pasalnya,  modal awal yang disediakan panitia dan diharapakan bisa mencegah prilaku korupsi sejak dini tak kembali.

Realita ini membuat pihak sekolah memutuskan menutup sementara kantin kejujuran. NY salah satu siswa kelas III IPA menuturkan, tidak sedikit dari teman-temanya yang sengaja mengambil untung dalam proyek yang disponsori Kejaksaan itu.



Siswa yang tidak jujur dengan leluasa mengambil makanan dan minuman (mamin) tanpa harus membayar. "Kalaupun membayar, biasanya oknum siswa ini mengambil kembalian uang yang tidak sesuai. Dalam evaluasi, modal awal sebesar Rp1.500.000, hanya kembali sebesar Rp90.000. Ini yang menjadikan kantin kejujuran ini harus ditutup untuk sementara," ujarnya dengan mewanti agar namanya tidak dikorankan Senin (29/12/2008).

Sekedar diketahui, kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu ini dilaunching pada 9 Desember 2008. Pembukaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia. Selain Kejaksaan dan muspida setenpat, Bupati Tulungagung Heru Tjahjono beserta seluruh jajaranya menyempatkan hadir dalam acara ini.

Sebab SMUN 01 Boyolangu rencananya menjadi pilot projek kantin kejujuran sekolah se-Tulungagung. Alasan lainya, SMUN 01 Boyolangu merupakan sekolah tingkat menengah favorit di Kota Marmer, dimana putri Bupati Tulungagung juga menjadi anak didik di sana.

Masih menurut NY, tanda-tanda bakal bangkrutnya kantin kejujuran sudah terlihat sejak awal. Dua hari pasca launching, modal Rp 1,5 juta yang berwujud makanan dan minuman ini hanya kembali Rp900.000. "Ini disampaikan kepala sekolah dalam upacara hari Senin dengan nada marah. Pak kepala sekolah mengimbau agar kejujuran siswa ditingkatkan," terangnya.

Namun imbauan itu tidak membuat jera para siswa yang nakal. Uang Rp 900.000 tidak juga bertambah. Yang terkahir uang yang tersisa di kotak kasir kantin hanya Rp90.000. Dengan keadaan yang semakin buruk itu, dalam evaluasi pihak sekolah memutuskan untuk menutup sementara kantin kejujuran ini.

Kepala Sekolah SMUN 01 Boyolangu Sawari Hadi Siswanto belum bisa dikonfirmasi. Guru Bahasa Inggris sekaligus panitia perlengkapan launching kantin kejujuran yang bernama Arif ketika dihubungi lewat via phone membenarkan jika pelaksanaan kantin kejujuran di sekolahnya belum sesuai harapan.(http://news.okezone.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »