Letusan Gunung Berapi Terbesar di Indonesia

Hanya di Indonesia -Dalam sejarah dunia setidaknya terdapat 12 letusan terbesar di dunia berdasarkan tingkat letusannya atau VEI (Volcanic Explosivity Index) yang mempunyai dampak cukup signifikan dalam kehidupan umat manusia. Indonesia mencatatkan ada 3 gunungapi yang termasuk dalam 12 letusan tersebut, yaitu letusan gunungapi Toba (74.000 tahun yang lalu), Tambora (1815) dan Krakatau (1883) yang ketiganya menempati tingkat letusan dengan indeks terbesar dari bawah atau paling besar tingkat letusannya.

Berikut tabel perbandingan dari ketiga letusan gunungapi terbesar di Indonesia:3 gunung

Kehadiran gunungapi di muka bumi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sejarah manusia. Masyarakat yang hidup sebagai saksi sejarah letusan gunungapi akan terpengaruh oleh letusannya sehingga akan merubah pandangan sosial, politik, religiusitas, dan pada dunia seni; lukisan, puisi, literature, opera, dan arsitektur. Letusannya dapat berdampak global hingga dapat dirasakan dalam kurun waktu 1 tahun, dasawarsa (10 tahun), century (100 tahun), bahkan millennium (1000 tahun). Dampak yang dihasilkan berupa dampak positif dan negatif tetapi masyarakat lebih banyak melihat efek langsung dari letusan yaitu dampak negatifnya sedangkan dampak positif baru dapat dirasakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Dampak negatif yang dihasilkan berupa kerusakan akibat langsung dari letusan dan tsunami apabila mempengaruhi dasar samudera yang dapat merenggut nyawa puluhan ribu manusia, merusakkan bangunan yang dilewatinya, menimbulkan wabah penyakit dan merubah iklim dunia mematikan semua hasil panen. Dampak positif adalah dataran menjadi subur, menghasilkan sumberdaya mineral dan yang terpenting adalah sumberdaya air yang terbarukan dari atom hidrogen dan oksigen dari dalam mantel bumi.

Negara kepulauan Indonesia dalam posisi geografisnya sebagian besar pulaunya termasuk ke dalam sabuk gunungapi dunia atau yang lebih dikenal sebagai Ring of Fire. Gugusan gunungapi di Indonesia memanjang sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, kemudian membelok relatif ke arah Baratlaut pada Pulau Sulawesi. Sejarah letusan gunungapi di Indonesia terekam melalui geokronologi dari singkapan batuan hasil letusan gunungapi. Fenomena sejarah letusan yang diperhitungkan dan mempunyai akurasi data yang cukup cermat ketika umat manusia menyaksikan dengan mata kepala sendiri dan memberikan testimoninya mengenai sejarah letusan tersebut. Tercatat dalam kurun 400 tahun terakhir, letusan langsung gunungapi telah merenggut setidaknya 250.000 nyawa manusia dan efek tidak langsung merenggut setidaknya 750.000 nyawa manusia. Indonesia sebagai sabuk gunungapi dunia mempunyai lebih dari 130 gunungapi dan 76 gunungapi api yang selalu aktif.

Saat ini, gunungapi Merapi di Jawa Tengah tercatat sebagai gunungapi yang paling aktif di dunia dan menjadi pusat laboratorium alam bagi ilmu vulkanologi bahkan letusannya menjadi karakter khas tipe letusan Merapi yang menjadi referensi letusan gunungapi setipe di belahan dunia lain. Fenomena letusan gunungapi di Indonesia dalam sejarah manusia menjadi menarik karena keberadaan gugusan gunungapi di Indonesia disertai dengan padatnya jumlah penduduk yang menempati daerah sekitar gunungapi dan dampak yang dihasilkan dari letusan tersebut, untuk itulah sejarah perkembangan manusia tidak bisa lepas dari kehadiran gunungapi di Indonesia.

Keterangan mengenai sejarah letusan ketiga gunung yang fenomenal di Indonesia bisa dibaca pada tulisan selanjutnya dari blog ini. Letusan Toba baca disini, letusan Tambora baca disini dan letusan Krakatau baca disini.

Sumber tulisan dan gambar : Volcanoes in Human History (2002)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »