Mengapa Pocong Hanya di Indonesia?

Mengapa Pocong Hanya di Indonesia? - Geger keberadaan pocong-pocongan di Bantul hingga kepolisian turut tangan untuk mengatasi keresahan warga, membuat kami bertanya, mengapa pocong hanya ada di Indonesia? Sementara, hantu-hantu atau setan di luar negeri lebih dikenal vampire, dracula, dan lain-lain.


Popularitas pocong di Indonesia memang cukup hangat di telinga orang Indonesia hingga beberapa film Indonesia juga menyertakan pocong dalam film-film horornya. Baik film horor komedi, maupun horor betulan.

Lantas, bagaimana pocong hanya dikenal di Indonesia? Keberadaan pocong di Indonesia bersumber dari tahayul atau mitos yang meyakini kalau mayit yang ikatan kain kafannya lupa tidak dibuka ketika dimakamkan. Karena tidak dibuka, dia gentayangan dan mendatangi rumahnya atau masyarakat lainnya. Kepercayaan ini berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera.

Menurut Cholil Nafis, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, seperti yang kami kutip dari Merdeka.com, penyebab adanya pocong atau setan gentayangan menampakkan diri, bukan disebabkan tali pocong jenazah tidak dibuka ikatannya. Tetapi karena penjelmaan dari qorin atau 'teman hidup'.

"Sebenarnya orang yang sudah mati rohnya menghadap Allah SWT. Kalau yang gentayangan itu berarti mempunyai teman hidup. Jadi ada makhluk hidup yang menempel ke kita," ujar Cholil Nafis.

'Teman hidup' atau yang sering disebut qorin ini mengikuti sifat si Fulan, atau orang yang diikutinya semasa hidup. Setiap manusia memiliki qorin. Jika orang itu baik, suka beramal saleh dan menjauhi larangan agama, maka qorin tidak akan mengganggu orang lain selepas si Fulan meninggal. Sebaliknya, jika selama hidup si Fulan ini dekat dengan maksiat, jahat dan memiliki segudang sifat buruk lainnya, maka amalan-amalan ini tetap melekat ke qorin meski si Fulan sudah meninggal.

Mengapa berbentuk pocong? Cholil menjelaskan bahwa si Fulan saat hidupnya entah sengaja atau tidak mengganggu jin yang memang habitatnya berada di lembah. Jin itulah yang menjelma menjadi pocong.

"Mungkin di suatu tempat, di lembah tempat jin, diganggu. Lantas jin keluar menjadi makhluk menakutkan," terang Cholil.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa vampir, drakula, pocong, kuntilanak dan hantu-hantu lain adalah jin yang melakukan penampakan. Penampakan akan menyesuaikan bentuk sosok hantu yang di percaya orang atau masyarakat setempat. Bagaimana menurut Anda?(Hanya di Indonesia)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »