Warga gelar tolak bala di Pantai Wisata Sulamadaha

Warga gelar tolak bala di Pantai Wisata Sulamadaha - Ratusan warga di Kelurahan Sulamadaha, Ternate, Maluku Utara (Malut), menggelar ritual tolak bala Uci Dowong, atau turun ke pesisir pantai Wisata Sulamadaha untuk memanjatkan doa kepada para leluhur terdahulu.

"Ritual tahunan ini diikuti petinggi Kesultanan Ternate, Forkompimda Kota Ternate, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat," kata penjaga sesajian Pantai Wisata Sulamadaha, Malik Magrib Buamona di Ternate, Selasa.



Dia mengatakan, prosesi ritual ini sudah dimulai sebulan sebelumnya dengan berziarah ke makam leluhur dan puncaknya pagi tadi dengan mempersembahkan sesajian berupa nasi kuning yang ditabur di laut, dipimpin kepala kampung bergelar fanyira sula.

Menurutnya, para perangkat Kesultanan Ternate bersama para tokoh adat mengelilingi laut pantai wisata Sulamadaha dengan perahu tempel, selanjutnya para pelaku ritual tersebut membaca doa di atas terpal yang sudah dihidangkan makanan adat yang dibuat langsung oleh masyarakat.

Setelah melakukan ritual pembacaan doa dengan melibatkan masyarakat setempat, pada pukul 09.20 Wit, dibacakan sejarah singkat kampung Kelurahan Sulamadaha.

Dimana dalam ringkasan sejarah tersebut dikisahkan pada mulanya kampung ini disebut ito dan dihuni oleh kedua marga yaitu, Momole Tabanga menduduki wilayah Tabanga dan Momole Toma Afu menduduki wilayah Ito, pada tahun 1012 datanglah ke 12 orang fanyira, kapita dari Kepulauan Sula ke Ternate dengan tujuan membayar upeti di Kedaton Sultan Ternate pada saat itu.

Setelah membayar upeti ke-12 orang tersebut belum memilih kembali ke Kepulauan Sula, namun mereka menyisir ke tepi pantai bagian utara Pulau Ternate dan tibalah mereka di pantai Tabanga dan meminta izin kepada momole tabanga agar mereka dapat menempati wilayah yang dihuni oleh momole tabanga.

Perlu diketahui pula bahwa tabanga tidak identik dengan agama, namun tabanga adalah keturunan pertama yang menduduki Kelurahan Sulamdaha, dengan jiwa yang besar dan tulus hati menerima dan menjawab apa yang diminta oleh ke-12 Fanyira Kapita dari Kepulauan Sula. (Hanya di Indonesia)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »