KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang

Add Comment
KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang - KH Masjkur merupakan arek Malang yang setia menjadi pembela bagi agama Islam dan negara Republik Indonesia.

Sebagai salah satu kota yang identik dengan pemberontakan dan melahirkan banyak pejuang, di era revolusi fisik, Malang juga memiliki seorang pahlawan nasional yang patut dikenang. Tidak hanya membantu Indonesia lepas dari cengkeraman asing, tokoh yang satu ini juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Tokoh yang dimaksud ini adalah KH Masjkur yang lahir di Singosari Malang dan turut mendirikan pesantren di daerah itu.

Pada masa kecilnya, Maskjur muda sudah diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci pada umur 9 tahun. Kembalinya dari tanah suci, Maskjur kemudian disekolahkan di Pondok Pesantren Bungkuk, pimpinan KH Thohir. Selanjutnya dia melanjutkan pendidikan di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo.



Di masa mudanya, KH Masjkur telah berkelana ke berbagai pesantren dan ulama pada masa itu seperti berguru ilmu hadist dan tafsir dari KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng Jombang, serta pada kiai Kholil di Bangkalan Madura. Selain itu dia juga sempat belajar di Madrasah Mamba'ul Ulum, Jamsaren, Solo, Pesantren Siwalan Panci, dan Pesantren Ngamplang, Garut.

Selepas menimba ilmu di berbagai pesantren, KH Masjkur kembali ke Singosari dan membuka pesantren yang diberi nama Misbahul Wathan pada tahun 1923. Pada tahun yang sama pula, KH Masjkur menikah dengan cucu dari gurunya, KH Thohir di pesantren Bungkuk. KH Masjkur juga turut aktif pada pendirian Nahdlatul Ulama dan menjadi ketua cabang NU kota Malang pada tahun 1932.

Pada masa-masa awal saat aktif di NU ini KH Masjkur atas saran dari KH Wahab Chasbullah dia mengubah nama pesantrennya menjadi Nahdlatul Wathan yang berarti kebangkitan tanah air. Pada tahun 1938, KH Masjkur diangkat sebagai salah satu Pengurus Besar NU yang berpusat di Surabaya.

Karier militer KH Masjkur bermula ketika pada zaman Jepang dia ditunjuk menjadi utusan Karesidenan Malang untuk mengikuti latihan kemiliteran di Bogor yang kemudian disusul dengan latihan khusus bagi ulama. Pada saat itu, KH Masjkur menjado komando Laskar Sabilillah yang merupakan jaringan pejuang pesantren untuk merebut kemerdekaan.

Pada masa itu, laskar Sabilillah berkoordinasi dengan laskar Hizbullah yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kemerdekaan. Peranan dari kedua laskar ini sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama ketika meletus perlawanan di Surabaya pada november 1945. Dalam pertempuran tersebut, KH Masjkur dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Selain sebagai panglima laskar, KH Masjkur juga sempat menyandang sebuah jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan. Dia sempat empat kali menjadi Menteri Agama secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI.

Sempat mundur dari posisi Menteri Agama akibat sakit yang dideritanya saat gerilya, namun pada masa kabinet Ali (1953-1955), KH Masjkur kembali ke jabatan tersebut. Uniknya, walau ketika itu menjabat sebagai menteri namun KH Masjkur juga beberapa kali tetap ikut membantu dan ikut bergerilya bersama pejuang lainnya.

Selain sebagai panglima Laskar Sabilillah dan Menteri Agama, KH Maskjur pernah menduduki berbagai posisi penting lainnya yaitu Ketua Dewan Presidium Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, anggota Syou Sangkai (DPRD) pada masa pendudukan Jepang, anggota PPKI dan konstituate yang merumuskan dasar negara. Pada periode 1978-1983, KH Masjkur juga sempat menjadi Wakil Ketua DPD RI.

Pada tahun 1992, KH Masjkur menghembuskan napas terakhir. Beliau dimakamkan di kompleks pemakanan yang terletak di Masjid Bungkuk, Singosari Malang. Sepanjang hidupnya, KH Masjkur telah menjadi teladan bagi banyak arek Malang untuk menjadi pejuang agama sekaligus pelindung dari negara Indonesia ini.
(Hanya di Indonesia)

Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda

Add Comment
Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda - Sejak awal didirikan, Malang sebenarnya telah diplot sebagai sebuah kota peristirahatan yang nyaman pada Hindia Belanda. Namun rupanya karena pertumbuhan perkebunan dan pertanian yang ada di wilayah sekitarnya, kota Malang semakin tumbuh cepat pada sekitar dekade 1910 dan 1920-an. Kota yang pada mulanya direncanakan sebagai peristirahatan ternyata berubah semakin besar dan padat penduduk.

Pada saat itu, kota peristirahatan yang sebelumnya di Malang mulai bergeser ke arah barat tepatnya di kota Batu saat ini. Udaranya yang cukup dingin serta bentang alamnya yang unik dan dikepung oleh gunung-gunung membuat Batu mendapat julukan sebagai De kleine Switzerland atau Swiss kecil.



Di Batu sendiri, tempat wisata yang sudah cukup berumur dan dibangun oleh dan pada masa pendudukan Belanda adalah taman rekreasi Selecta yang terletak di desa Tulungrejo, kecamatan Bumiaji. Lokasinya yang indah dan sejuk menjadikan tempat rekreasi yang sudah memiliki usia puluhan tahun ini sudah menjadi idola sejak zaman dahulu.

Selecta sendiri didirikan oleh seorang warga Belanda bernama De reyter De Wild pada tahun 1928. Bangunan lama di Selecta ini saat ini masih terlihat di beberapa bagian di kolam renang serta pada beberapa wisma peristirahatan serta kantor yang terletak di wilayah tersebut.

Pada awal didirikan, tempat ini sesungguhnya merupakan hotel yang dilengkapi oleh kolam renang dan taman. Awalnya nama yang digunakan adalah Selectie yang memiliki arti pilihan. Lambat laun, nama Selectie ini kemudian berubah menjadi Selecta seperti yang kita kenal saat ini.

Bangunan di Selecta ini sempat berpindah kepemilikikan selama beberapa kali. Pada masa pendudukan Jepang, hotel Selecta sempat dikelola oleh warga negara Jepang bernama Hashiguchi. Selanjutnya tempat ini juga sempat dihancurkan pada masa revolusi fisik karena dianggap sebagai milik Belanda. Namun pada sekitar 1950, Selecta mulai dibangun kembali oleh masyarakat sekitar dan tetap terjaga hingga saat ini.

Setelah dibangun ulang, pada tahun 1954, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkunjung dan menginap di Selecta. Waktu itu Bung Karno menginap di salah satu villa yang berada di sana yang bernama Villa De Brandarice yang kemudian berganti nama menjadi Villa Bima Sakti.

Udara yang segar serta suhu air yang membuat tubuh menggigil merupakan daya tarik yang dimiliki Selecta. Tidak heran jika sejak masa lalu hingga kini setiap liburan tiba tempat ini seakan tidak pernah sepi dan absen dari pengunjung. Baik yang menginap, bermain, ataupun berfoto di taman bunganya yang tak kalah terkenalnya.

Menuju Selecta juga dapat dikatakan cukup mudah karena akses jalan yang bagus serta adanya angkutan umum. Dari alun-alun kota Batu sendiri, Selecta hanya berjarak enam kilometer di sebelah utara. Di sepanjang jalan di Selecta kita juga akan disambut jajaran bungan yang indah serta hawa yang sejuk.(Hanya di Indonesia)

Cerita Ilmu Kebal Mantan Wakapolri, Bapak Jusuf Manggabarani

Add Comment
Cerita Ilmu Kebal Mantan Wakapolri, Bapak Jusuf Manggabarani- "Biar Jusuf Manggabarani saja ke Palopo dari pada Kapolwiltabes Bandung. Enak benar dia di Bandung itu." Kata-kata itu dikeluarkan oleh seorang petinggi Polri yang mengatur penempatan personel.


Situasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tengah memanas. Jusuf digeser karena memiliki pengalaman di daerah konflik. Dia juga merupakan pria asli Makassar, kurang lebih mengetahui lokasi dan tabiat warga di kawasan tersebut.

Satu pekerjaan rumah harus diselesaikan, yakni menghadapi begundal bernama Sukri. Sudah 16 tahun Sukri berkuasa. Tak ada satu pun polisi berani menerima tantangannya untuk baku tembak dari jarak dekat.

Bukan Jusuf namanya jika ciut menghadapi yang model begini. Saat itu dia berpangkat komisaris besar (Kombes). Dengan naik trail dan pakaian Brimob, Jusuf selempangkan senjatanya. Dia tancap gas membelah jalan raya menuju Mangkutana.

Sampai di lapangan Sukri sudah menunggu dengan senjata rakitan Pa'Poro. Jarak tembak maksimum 45 meter. Keduanya pun bersiap melepaskan timah panas. Hidup atau mati tergantung nasib.

Anak buah Jusuf diam-diam ikut. Sukri juga ditemani para loyalisnya. Lalu Jusuf membuka kancing bajunya. Ditunjuk dadanya sebagai sasaran tembak.

"Terserah kamu mau tembak bagian mana yang enak-enak," tantangnya dikutip merdeka.com dari buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara' karya Nur Iskandar.

Ajudan Jusuf gamang. Ada juga yang teriak, 'jangan komandan'. Yusuf membalas, "ah kau nonton saja," kata polisi yang pernah tugas di Aceh, Kalimantan dan Timor Timur ini.

"Isi pelurumu sebanyak-banyaknya! Pilih yang besar-besar agar mantap nembaknya," kata Jusuf sesumbar.

Setelah semua siap suasana hening. Situasi berubah setelah terdengar letusan tembakan, dor, dor, dor. Ternyata Sukri lebih awal menembak. Tewaskah Jusuf?

Ternyata timah panas itu berguguran di depan Jusuf. Semakin banyak peluru dimuntahkan, makin berjatuhan peluru itu. Para anggota pun bersorak melihat kejadian ajaib itu. Mereka terheran-heran dengan kemampuan sang komandan.

"Pelurunya jatuh tuh. Sekarang giliran saya ya," kata Jusuf membuat lutut Sukri gemetar. Dor! Sukri tak berdaya, lengannya ditembus timah panas.

Jusuf mendekati Sukri. Selongsong pelurunya dibuka lalu serbuk timahnya dibubuhi ke lubang tembakan. Dia menyuruh anak buahnya untuk membawa sang jagoan kampung ke rumah sakit.

Sesuai komitmen, jika kalah Sukri yang dikenal sebagai beking preman di kawasan perkebunan kakao berserta anak buahnya menyerah. Ada puluhan yang bertekuk lutut, tetapi lima saja yang diperiksa. Kepala desa juga diciduk karena terlibat kejahatan Sukri.

Sejak kejadian itu menyebar dengan cepat jika Jusuf punya ilmu kebal. Banyak yang datang 'menyembah-nyembah' Jusuf agar diturunkan ilmu tirai. Menurutnya, untuk menguasai ilmu itu harus memiliki nyali. "Kalau pelurunya nyampai betul wah tewas kita," ujarnya sambil tertawa.

Kapolda Sulawesi Selatan saat itu rupanya penasaran juga dengan kemampuan Jusuf. Dia bertanya langsung ketika Jusuf melaporkan kejadian tersebut. "Sebentar saja ditangani komandan. Diskresi di lapangan," kata Jusuf.

"Saya dengar kamu ada ilmu tirai?" tanya sang Kapolda.

"Ah itu ilmu naksir jarak saja komandan. Kalau mata kurang jelas itu sudah 60 meter. Saya suruh dia berdiri di jarak 60 meter. Saya mundur sedikit, maka aman," jawab Jusuf.

Sang Kapolda pun tertawa mendengar itu. Jusuf memang dikenal agak nyeleneh, gimana tidak seorang Wakapolda meladeni tantangan Sukri si preman kampung.

Setelah itu kariernya terus melesat. Jusuf sempat menjadi Dansat Brimob, lalu Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sulsel. Lalu, dia menjabat sebagai Kadiv Propam dan Irwasum.

Jusuf merupakan jebolan Akademi Kepolisian 1975. Dia pensiun dengan pangkat komisaris jenderal (Komjen). Jabatan terakhirnya adalah Wakapolri.(Hanya di Indonesia)

Kapal Pemburu Teroris Made in Banyuwangi Dipakai Rusia

Add Comment
Kapal Pemburu Teroris Made in Banyuwangi Dipakai Rusia - -PT Lundin Industry Invest yang bermarkas di Banyuwangi, Jawa Timur telah banyak memproduksi kapal militer yang diekspor ke berbagai negara. Salah satu model kapal buatan Banyuwangi ini telah digunakan sebagai alat tempur sistem persenjataan (alutsista) negara Rusia.

Kapal militer yang dipesan Rusia bernama X2K Anti Teroris. Kapal tipe ini tak hanya memikat Rusia tapi juga negara lainnya di antaranya Brunei dan Malaysia.


"X2K bukan hanya kapal patroli tapi juga bisa menyelinap di antara kapal besar. Ketika kapal itu berhenti kamu bisa masuk dengan cara memanjat. Ini digunakan untuk anti teroris dan operasi menempel, pembajakan," ujar Presiden Direktur PT Lundin Industry Invest John Ivar Lundin kepada wartawan saat mengunjungi pabriknya di Jalan Lundin no 1, Sukowidi, Banyuwangi, Jumat (12/8/2016).

John menyebut beberapa keunggulan X2K Anti Teroris membuat kapal ini dilirik oleh Rusia.

"Kami sangat senang bisa menjual produk militer ke Rusia karena kami tidak hanya membeli bahan dari sana. Sejujurnya kami punya kualitas internasional yang baik dan setara standar Eropa," jelasnya.

Lundin menerangkan bahwa kapal tipe ini memang khusus dibuat untuk operasi anti teroris dan pembajakan karena bisa menyusup ke kapal musuh.

"Jadi ini spesial dibuat untuk mencegat kemudian masuk ke kapal. Dengan harapan tanpa mereka ketahui, memanjat kapal dan kemudian mengambil alih kapal. Ini adalah taktik menyusup untuk mengambil alih kapal," beber pria asal Swedia ini.

John menyebut keunggulan kapal X2K Anti Teroris ini sudah diamini oleh banyak negara. Bahkan kapal jenis ini sudah menjadi alat latihan di berbagai negara seperti Swedia, Amerika dan Australia.

"Dari desain sudah diuji di beberapa negara dan kapal ini terkenal sebagai alat latihan di Swedia, Amerika, Australia. Kami pikir semuanya senang dengan produk kami," katanya.

Keunggulan X2K Anti Teroris ini juga telah diuji pasukan khusus. John juga menyebut Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) telah menggunakan kapal jenis ini.

"Bahkan pasukan khusus juga menggunakan teknologi ini, dan produk ini sangat diminati bahkan Kopassus dan Kopaska menggunakan ini untuk operasi internasional. Jadi ini kapal yang sudah teruji, kualitas ekspor, dan ini mudah masuk ke kontainer kargo jadi kapal ini bisa dikirim kemana saja ke seluruh dunia," tambahnya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun juga memesan kapal buatan Lundin. TNI melirik kapal jenis Trimaran yang dikenal anti radar dan tahan api. Produk kapal Lundin juga telah digunakan oleh Badan Keamanan Laut dan juga Badan SAR Nasional.(Hanya di Indonesia)

Arcandra Tahar Menteri dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah

Add Comment
Arcandra Tahar Menteri dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah - Presiden Joko Widodo mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jokowi memberhentikan Arcandra yang kini menjadi menteri dengan masa kerja terpendek dalam sejarah di Indonesia.

"Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi menteri ESDM," ujar Mensesneg Pratikno dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (15/8/2016).



Pratikno mengatakan, keputusan ini diambil oleh Presiden Jokowi setelah menyimak dinamika yang ada. Presiden juga sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber. "Setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber," kata Pratikno.

Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Menko Maritim ditunjuk Presiden Jokowi menjadi pejabat sementara Menteri ESDM. Luhut untuk sementara menggantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

"Menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menko Kemaritiman sebagai penanggung jawab Menteri ESDM sampai diangkatnya menteri definitif," jelas Mensesneg Pratikno dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Arcandra Tahar dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016. Sampai hari ini masa kerja Archandra Tahar tak sampai 20 hari(Hanya di Indonesia)

Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia

Add Comment
Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut Jembatan Suroboyo gaungnya telah mendunia. Foto-foto jembatan yang dilengkapi air mancur menari ini telah beredar luas di media dan media sosial (medsos) hingga ke berbagai negara.

Dalam sambutan peresmian, Risma secara khusus mengucapkan terima kasih kepada media dan fotografer yang telah mempublikasikan Jembatan Suroboyo secara masif sebelum diresmikan.

"Jembatan Suroboyo ini 10 terbaik di dunia, ini karena fotografer di Surabaya. Berkat jembatan ini, Surabaya menjadi terkenal," kata Risma saat memberikan sambutan di acara peresmian Jembatan Suroboyo dan air mancur menari, di pesisir pantai Kecamatan Bulak, Surabaya, Jawa Timur Sabtu (9/7/2016).

Jembatan Suroboyo Ini 10 Terbaik di Dunia


Selama ini, sebelum diresmikan, Pemerintah Kota Surabaya memang telah memberikan kesempatan kepada fotografer untuk mencari momen terbaik dalam beberapa uji coba dinyalakannya air mancur menari. Salah satunya, kata Risma, melalui penyelenggaraan lomba foto Jembatan Suroboyo di sosial media Instagram.

Risma kemudian menjelaskan, mengapa jadwal peresmian Jembatan Suroboyo dan air mancur menari pada saat akhir libur Lebaran 2016.

"Saya sengaja meresmikan akhir libur Lebaran (2016). Tujuannya untuk memperpanjang libur lebarannya. Bisa belanja lagi di Surabaya. Menginap lagi di hotel-hotel. Bahkan yang tertarik, bisa menyekolahkan anaknya dan membeli apartemen untuk putra-putrinya," tuturnya.

Risma berharap, Jembatan Suroboyo ini nantinya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan destinasi wisata di Surabaya.

"Kalau pagi hari terkenal sunrise-nya. Matahari terbit indah sekali. Pak Camat menyebutnya sunrise of Bulak," tuturnya

"Saya ingin Bulak tidak bulak (usang) lagi. Saya tidak mau ada peremajaan rumah. Kampung nelayan ini saya beri warna-warni, jadi tetap indah," imbuhnya.

Dalam kesempatan malam ini juga, Risma menyampaikan soal pembangunan Jembatan Suroboyo ini bagian dari rencana pembangunan Jalan lingkar luar timur Surabaya. jalur ini nantinya akan terhubung dengan Terminal 3 Bandara Juanda.

"Ini kan kawasan nelayan. Pemerintah Kota Surabaya mengalah (tidak menggusur kampung nelayan), makanya kita buat jembatan ini," tutup dia.(Hanya di Indonesia)

Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi

Add Comment
Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi - Di Sukabumi beberapa waktu lalu di Kampung Oclang, Girimukti, Sukabumi ditemukan batu-batu aneh mirip bidak catur. Batu-batu itu diyakini peninggalan bersejarah dan ada yang menyebut terkait dengan sebuah candi.

Batu-batu Aneh Mirip Bidak Catur di Sukabumi


Arekolog UI Ali Akbar melakukan penelusuran langsung ke lokasi di Kampung Oclang melihat artefak mirip bidak catur itu pada Sabtu (9/7). Lokasi yang berada di kawasan Ciletuh Geopark itu dikenal juga sebagai situs batu bidak.


"Penemuan batu aneh oleh warga Kampung Onclang Desa Girimukti Kecamatan Ciemas Sukabumi Jawa Barat ternyata merupakan artefak unik yang terbilang langka. Jika identifikasi dilakukan melalui foto, maka arkeolog bisa terkecoh. Yang pasti penemuan ini adalah artefak atau buatan manusia masa lalu. Tetapi bukan dari periode Hindu dan Buddha abad ke-5 Masehi. Ini artefak jauh lebih tua, yakni periode Prasejarah saat manusia belum mengenal huruf," jelas Ali.

Ali mengungkapkan dia merevisi pendapatnya terdahulu yang menyatakan artefak ini kemungkinan merupakan bagian dari candi, dengan hanya melihat foto. Setelah melakukan peninjauan ke lapangan dan survei permukaan tanah ternyata ini merupakan artefak yang unik dan menarik.

"Untuk sampai ke lokasi, sebaiknya menuju Panenjoan Ciletuh Geopark. Kemudian berganti kendaraan karena jalan sepanjang sekitar 20 kilometer merupakan jalan berbatu dengan kondisi medan yang menanjak dan menurun. Setelah sampai di Kampung Onclang, situs tersebut hanya sekitar 20 meter dari jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor tadi," urai dia.

Saat di lokasi, Ali melakukan pemeriksaan pada batu-batu itu. Dia juga berbincang dengan sejumlah warga. Dari keterangan warga, didapatkan aneka mitos dan cerita mengenai batu tersebut.



"Penuturan warga setempat, penemuan batu aneh diawali mitos seorang penebang kayu bermimpi dan mendengar suara keras. Kemudian, esok paginya ia berjalan ke sebidang lahan ternyata melihat banyak batu aneh berserakan di permukaan tanah. Pada saat ia menyampaikan ke warga lain dan kembali ke lokasi, batu aneh tersebut tidak ada lagi. Namun, beberapa waktu kemudian akhirnya batu aneh tersebut ditemukan kembali," urai dia.

"Penemuan batu aneh beberapa minggu yang lalu ini, mungkin bisa dipahami sebagai berikut. Letak batu aneh yang berada di perbukitan, pada suatu waktu di masa lalu terkubur oleh tanah. Beberapa minggu yang lalu, terjadi tanah longsor yang akibatnya batu aneh tersebut kembali tersingkap ke permukaan tanah. Namun, sepertinya terjadi longsor lagi sehingga batu aneh berpindah tempat.

"Apa pun kejadiannya, tegas Ali, yang pasti saat ini hamparan batu berbentuk aneh yang jumlahnya lebih dari 100 dapat dilihat di permukaan tanah atau tepatnya di lereng bukit. Beberapa warga menyebutnya Batu Bidak karena bentuknya seperti Anak Catur. Dispardubpora Kabupaten Sukabumi untuk sementara juga menyebutnya Situs Batu Bidak," tambah Ali lagi.

Berdasarkan pengamatan, Ali, terdapat beberapa bentuk batu aneh. Bisa dikatakan tidak ada yang bentuknya sama persis. Namun, sedikitnya terdapat 3 tipe atau bentuk dasar.

Tipe 1 seperti bidak catur. Bagian bawah lebih lebar ukurannya dibandingkan bagian atas. Secara umum terdapat 4 bagian yakni bagian paling bawah, bagian bawah, bagian tengah, bagian atas. Bagian paling bawah adalah bagian untuk menancapkan batu ke dalam tanah, sehingga batu dapat ditegakkan atau berposisi seperti batu nisan. 3 bagian lainnya berada di atas permukaan tanah.

Tipe 2 seperti papan yang lebarnya relatif sama mulai dari atas sampai bawah. Tipe ini juga terdiri atas 4 bagian dengan bagian paling bawah berfungsi sebagai bagian yang menancap di tanah.

Tipe 3 adalah bentuk-bentuk lain misalnya seperti bentuk bulat, oval atau lonjong, dan lainnya namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan Tipe 1 dan 2.

"Tipe 1 bentuknya dalam khasanah ilmu Arkeologi mengingatkan kepada Venus atau Dewi Kesuburan bangsa Romawi yang juga sering disebut Ibu Bangsa Romawi. Tipe 1 bentuknya juga mengingatkan pada konsep Mother Goddess yakni terkait konsep kesuburan, awal mula manusia, atau Dewi Ibu yang dalam budaya Indonesia mungkin seperti konsep Ibu Pertiwi," ungkap dia.

Namun, lanjut Ali, melihat jumlahnya yang relatif banyak yakni seratus lebih, nampaknya batu-batu aneh tersebut lebih berfungsi sebagai penanda individu yang telah meninggal.

"Tipe 1 mungkin untuk penanda perempuan dan Tipe 2 untuk penanda laki-laki. Hal lain yang unik dan menarik adalah letak situs yang berada di punggungan bukit. Dari bukit tersebut dapat melihat laut selatan tanpa terhalang apa pun. Sepertinya ada relasi maya berkonsep budaya maritim antara nenek moyang dan laut yang bersifat transendental. Batu-batu unik seperti sedang berjejer di lereng bukit menghadap atau berorientasi ke laut," tutup dia. (Hanya di Indonesia)

Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia

Add Comment
Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia - Keindahan dan keasrian pulau Bali memang tiada duanya. Beragam tempat wisata, tradisi budaya yang unik, dan tempat kuliner yang lezat, menjadikan Bali menjadi tempat favorit bagi kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.



Selain keindahan alamnya, salah satu yang membuat Bali menjadi “magnet” pariwisata adalah adat istiadat dan tradisi budaya yang masih dipegang teguh dan diwariskan hingga turun temurun.

Tak heran jika Bali mendapat penghargaan dua kali sebagai “Pulau Terindah di Dunia tahun 2015 & 2016” versi pembaca majalah wisata CN Traveler di Moskow, Rusia.

Selain itu, ada juga yang membanggakan masyarakat Indonesia karena ternyata tiga desa paling bersih di dunia juga ada yang berasal dari Bali. Namanya Desa Panglipuran. Dua desa lainnya adalah Desa Giethoorn, Belanda, dan Desa Mawlynnong, India.

Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia

Desa Panglipuran berada di daerah kabupaten Bangli, Bali. Desa ini paling dikenal dengan arsitektur bangunannya yang khas dan unik. Hampir setiap bangunan yang satu dengan yang lain sama. Paling uniknya lagi, di desa ini tak boleh ada kendaraan yang masuk, hanya kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda yang bebas berkeliling mengitari suasana desa.

Maka, wajar jika desa ini bersih dan terbebas dari asap polusi, bahkan sama sekali tidak ditemukan sama sekali sampah yang berserakan. Tata letak sangat rapi dan teratur berbentuk seperti tingkat hulu ke hilir. Tempat utamanya berada di dataran tinggi yang terus turun ke dataran rendah.

Sungguh natural dan asri dengan suasana pedesaan yang dihiasi tanaman dan janur kuning yang terpasang di setiap rumah dengan rapi. Siapapun yang berada di desa itu seperti sedang berada di kahyangan, surga, yang serba suci dan bersih. Para warganya pun ramah-ramah.

Jika ingin mengunjungi desa ini, dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Sementara, untuk WNA/Asing dikenakan biaya sebesar Rp 30 ribu dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak.


Menjaga nilai-nilai tradisi leluhur.

Nama Penglipuran mengandung makna pangelingan putra yang berarti terjadi hubungan yang sangat erat antara tanggung jawab dan tugas dalam menunaikan dharma agama.

Panglipur juga bermakna sebagai pengingat, pengingat kepada leluhur. Masyarakat desa Penglipuran ini percaya bahwa leluhur mereka berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani.

Awalnya sebelum bernama desa Penglipuran, desa ini ini bernama Kubu Bayung. Di mana dahulunya masyarakat Kubu Bayung diperintahkan oleh raja untuk membangun sebuah proyek di daerah ini. Namun pada akhirnya masyarakat Kubu Bayung memutuskan untuk tinggal di daerah ini dan membuat pemukiman.(Hanya di Indonesia)

Setelah Polisi Pemulung, Sekarang Ada Polisi Tambal Ban

Add Comment
Setelah Polisi Pemulung, Sekarang Ada Polisi Tambal Ban - Setelah dihebohkan dengan "Polisi Pemulung", Bripka Seladi (58), sekarang kita dikejutkan oleh kehadiran Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Mustamin (57) asal Ujungpandang. Dirinya adalah anggota Polsekta Ujungpandang yang menjadi tukang tambal ban di belakang gedung Pengadilan Negeri Makassar.


Seperti dilansir Kompas.com, Mustamin telah membuat usaha tersebut lebih dari 20 tahun. Nah, berikut IDNtimes jabarkan 11 fakta tentang Aiptu Mustamin, sang "Polisi Tambal Ban".

1. Aiptu Mustamin telah mengabdi jadi polisi selama 37 tahun. Mustamin telah menjadi polisi sejak 1979.

2. Mustamin bekerja bagian Kesamaptaan. Kesamaptaan adalah petugas kepolisian yang berkewajiban untuk melakukan penilaian dan tes fisik kepada anggota baru.

3. 12 tahun kemudian, Mustamin membuka usaha tambal ban. Pada 1991, Mustamin membuka usaha tambal ban karena ingin mencari pekerjaan tambahan. Awalnya dirinya membuka usaha tersebut di Jalan Alimalaka. Tapi akibat penggusuran, dirinya pun pindah ke Pengadilan Jalan Ammanagappa saat 2012.


4. Pekerjaan utamanya masih pada bagian kepolisian. Pekerjaan sampingan sebagai tukang tambal ini tidak menganggu tugas Mustamin. Tugas utamanya terus dijalani, karena selama jadi polisi, tempat tambal bannya akan dijaga oleh tukang becak yang mangkal dekat gedung pengadilan.

5. Anaknya juga buka usaha warung di dekat lokasi tambal bannya. Apabila tidak ada tukang becak yang menjaga, maka ada anak perempuannya yang buka warung di depan usahanya tambal bannya.

6. Pekerjaan sebagai tukang tambal ban telah dijalani lebih dari 20 tahun. Tepatnya 25 tahun Mustamin telah menjalani pekerjaan sebagai tukang tambal ban.

Bonceng Anaknya Pakai Helm Ember, Ditilang Polisi

Add Comment
Bonceng Anaknya Pakai Helm Ember, Ditilang Polisi - da-ada saja cara pengemudi kendaraan menghindari razia yang digelar petugas kepolisian, mulai dari berbalik arah hingga berbalik memarahi petugas ketika kendaraannya dihentikan.


Seperti yang terjadi pada Jumat (20/5/2016) siang tadi, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Cianjur, Jawa Barat ngotot tak mau menerima surat tilang yang akan diberikan polisi lalu lintas yang menghentikan kendaraannya saat menggelar Operasi Patuh Lodaya.

"Anggota kami laporan dia kena semprot seorang PNS yang berdinas di Pemkab Cianjur. Dia ngakunya tak bersalah, padahal anggota jelas melihat dia membonceng putranya yang tidak pakai helm, selain itu dia membawa ember besar jelas itu berbahaya bagi keselamatannya," cerita Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa kepada detikcom, Jumat (20/5/2016).

Menurut Erik, petugasnya kemudian mengeluarkan surat tilang dan tetap menilang oknum PNS tersebut. Dengan wajah bersungut-sungut oknum tersebut mengambil surat tilang dengan tetap membiarkan anak yang diboncengnya 'berhelmkan' ember.

Operasi Patuh Lodaya digelar Polres Cianjur sejak 16 hingga 29 Mei mendatang. Selain penggunaan helm, operasi ini juga menjaring pengguna knalpot bising dan pencopotan stiker TNI/Polri.

"Kita melibatkan Dishub, dan Pom TNI. Angkutan umum juga jadi sasaran, tidak hanya normatif pelanggar lalu lintas. Sosialisasi operasi patuh sendiri sudah kita lakukan beberapa pekan sebelum pelaksanaan," lanjut Erik.

Sejak tanggal 16 Mei hingga hari ini terjaring sebanyak 1929 pelanggar lalulintas dari pemotor hingga angkutan umum. "Jumlah pelanggar ada 2079, 150 di antaranya kita berikan teguran dan sisanya kita tilang," tandas Erik. (Hanya di Indonesia)

Bripka Seladi, Polantas yang Nyambi jadi Pemulung

Add Comment
Bripka Seladi, Polantas yang Nyambi jadi Pemulung-  Tidak seperti polisi lainnya, Bripka Seladi (58) memiliki profesi lain yang cukup berbeda dan tidak terpikirkan oleh orang lain. Terutama jika dia sudah berganti pakaian dinas dengan kaos lusuh dan topi terbalik yang digunakannya ketika menjalankan profesinya yang lain itu.



Dilansir dari Hanya di Indonesia, selain sebagai polisi, Seladi memanfaatkan sampah sebagai sumber rejekinya. Sehari-harinya, selain berdinas di Polresta Malang, sejak 2006 Seladi juga menjadi pemulung untuk mata pencaharian tambahan.

"Ini rezeki, kenapa harus dibuang-buang. Sampingan saja, satu jam atau dua jam waktu luang saya manfaatkan untuk kegiatan ini," kata Seladi saat ditemui merdeka.com di tempat pengumpulan sampahnya di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (18/5).

Ketika ditemui, Seldai ditemani oleh putra keduanya Rizaldy Wicaksono (23). Keduanya saling berlomba cekatan untuk memilah-milah sampah yang akan kembali dijualnya.


Tempat yang dijadikan Seladi sebagai tempat pengumpulan sampahnya itu sendiri merupakan rumah yang dipunjamkan oleh seorang karib. Rumah itu mulai ditempati oleh Seladi sejak 2008 sebagai tempat pengumpulan sampahnya.

"Sejak 2008, rumah ini dipinjami teman. Kalau dulu langsung dijual ke pengepul karena tidak ada tempat, sekarang dikumpulkan baru kemudian dijual," katanya.

Pekerjaan sampingan sebagai pemulung ini mulai dilakukan oleh Seladi sejak tahun 2006. Ketika itu dia melihat sampah yang menumpuk di Polresta. Suatu saat, dia datang ke pengepul rongsokan dengan mebawa sampah itu yang ternyata laku dijual.


"Saya melirik, wah ini rezeki juga. Jangan dibuang-buang. Buat sampingan tambahan. Intinya, dari pada dibuang-buang," katanya.

Sejak saat itu, Seladi kemudian mengumpulkan sampah walaupun hanya di lingkungan Polresta Malang. Baru setelah itu dia akhirnya berkeliling kota untuk menengok setiap bak sampah, barangkali menemukan barang yang masih dapat digunakan. Kegiatan itu biasanya dilakukannya di luar jam tugas yaitu pada malam hari.

Seiring waktu, Seladi tidak perlu lagi berkeliling untuk mencari di bak sampah tetapi bekerja sama dengan pihak lain yang mau mengantarkan sampah ke gudangnya. Seladi memanfaatkan waktu luangnya yang sebelumnya untuk mencari sampah menjadi memilah-milah sampah yang ada di gudangnya.

"Kenapa harus malu, ini rezeki juga," tegas pria kelahiran Dampit, Kabupaten Malang ini.

Sehari-harinya, Seladi bertugas di Satuan Lalu Lintas Polresta Malang. Setiap hari setelah membantu mengatur lalu lintas di pagi hari, Seladi biasa berkantor di Unit Pelayanan SIM. Selain profesinya yang cukup unik, Seladi juga biasa dikenali sebagai polisi yang berangkat dan pulang kerja mengendarai sepeda onthel.(Hanya di Indonesia)

Asal Usul Gelar Andi di Sulawesi Selatan

Add Comment
Asal Usul Gelar Andi di Sulawesi Selatan - Gelar Andi di depan nama orang Sulawesi Selatan diciptakan Belanda untuk menandai kaum bangsawan yang terpelajar. PADA 1929, Andi Mattalatta –di kemudian hari menjabat Panglima Kodam XIV Hasanuddin (1957-1959)– melanjutkan pendidikannya di Openbare Schakelschool Makassar. Di depan namanya dibubuhkan kata Andi.

Asal Usul Gelar Andi


Mattalatta mengetahui penjelasan mengenai nama Andi sebagai penanda untuk membedakan keturunan bangsawan dari orang biasa, dari Muhayang Daeng Mangawing, kepala sekolah di Gouvernament Inlandsche School Barru. Penjelasan lain dari Ince Nurdin, tokoh bangsawan di Makassar dan mantan guru OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren). Menurutnya, awal muasal kata Andi dikenalkan oleh B.F. Matthes, seorang misionaris Belanda, pendiri sekolah OSVIA dan di kemudian hari dikenal sebagai pelopor penulisan epik I La Galigo bersama Colliq Pujie pada 1918.

“Matthes hendak menulis Standen Stelsel di Zuid Celebes seperti yang sudah ada di Jawa. Maka, sebagai awal usahanya itu, mulailah dia memberikan titel Andi kepada semua golongan bangsawan yang berada dalam jangkauan Departement O & E (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan),” kata Ince Nurdin, dikutip Mattalatta dalam Meniti Siri dan Harga Diri: Catatan dan Kenangan. Terjemahan bebas standen stelsel adalah asal-usul; dalam bahasa Bugis disebut assaleng, dan kabattuang dalam istilah Makassar.

Setelah menguasai Makassar, pemerintah kolonial Belanda mengintervensi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Dan ketika sistem pemerintahan kolonial berjalan maka dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang memiliki kemampuan baca tulis –singkatnya kaum terpelajar. Untuk itu didirikanlah sekolah-sekolah Belanda. Di Makassar sebagai tempat kedudukan pemerintahan kolonial dibangun sekolah lanjutan seperti OSVIA, MULO (Meerder Uitbreiding Lager Onderwijs), AMS (Algemene Middelbare School), Normaal School, dan HK (Holland Indlands Kwekschool).

Sementara di wilayah distrik, dibangun sekolah Gubernemen atau Sekolah Desa dan Volks-School untuk sekolah lanjutan tiga tahun. Dan untuk pendidikan di tingkat Afdeling didirikan sekolah seperti HIS dan Schakel School.

Menurut Mattulada dalam Sejarah, Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi Selatan, jika ingin mengikuti sekolah dari tingkat HIS atau sekolah pamongpraja yang lazim disebut Sekolah Raja seperti OSVIA, maka setiap siswa harus menyertakan stamboom (daftar silsilah keturunan) dan lembar pernyataan kesetiaan pada pemerintah Hindia Belanda. “Sekolah-sekolah ini mencetak pegawai untuk pejabat-pejabat pemerintahan dan pegawai administrasi untuk perusahaan-perusahaan,” tulis Mattulada.

Anak-anak bangsawan yang telah menamatkan sekolah memperoleh gelar “Andi” di depan nama. Mattulada mencatat penggunaan gelar “Andi” ini dimulai sekitar tahun 1930-an oleh para kepala swapraja dan keluarga bangsawan untuk memudahkan identifikasi keluarga raja.

Sebelum pemerintah kolonial berkuasa, seorang bangsawan atau anak-anak raja tak pernah menyematkan kata “Andi” di depan nama. Melainkan La ataupun I untuk laki-laki dan We untuk perempuan. Sementara untuk gelar kebangsawanan digunakan Opu, Daeng, Karaeng, Arung, Bau’, atau Puang, sesuai daerah dan wilayahnya. Dan tak pernah ada panggilan Andi.

Namun, adakah arti kata dari Andi? “Sebenarnya, Andi bukanlah titel tingkatan derajat kebangsawanan. Andi itu kata panggilan atau sapaan dari seseorang yang lebih muda usianya kepada yang lebih tua. Terjemahan bebasnya adalah adinda,” kata Mattalatta.(Hanya di Indonesia@historia.id

Siswa Tuna Rungu, Raih Juara IT Se-Asia Pasifik

Add Comment
Siswa Tuna Rungu, Raih Juara IT Se-Asia Pasifik - Ada wajah berbeda dalam pelaksanaan Unas 2016 di SMK Muhammadiyah 3 Jogja. Secara teknis, sekolah ini menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hari ketiga pelaksanaan ujian, seluruh siswa berada di laboratorium komputer untuk mata uji Bahasa Inggris.




Tapi, UNBK ini tak berlaku bagi dua siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Kurnia Khoirul Candra dan Dhavyn Linggar Jati. Keduanya justru tidak berada di laboratorium komputer untuk mengikuti ujian. Keduanya mengerjakan soal di ruang pengawas ujian.

Bukan tanpa alasan keduanya mengerjakan unas di ruang pengawas. Perlakuan khusus ini diberikan karena keduanya merupakan siswa anak berkebutuhan khusus (ABK). Kurnia Khoirul Candra dan Dhavyn Linggar Jati merupakan siswa dengan tunarungu.

”Mereka pindah ke sini (ruang pengawas) karena materi ujian hari ini (Bahasa Inggris) ada listening-nya. Jadi ini kendala buat mereka, sehingga sesuai kebijakan sekolah, mereka menempuh paper based test (PBT),” kata Koordinator Inklusi SMK Muhammadiyah 3 Jogja Muhaimin SAg MPd, Rabu (6/4).

UNBK memang mengandalkan komputer sebagai perangkat ujian. Salah satu materi dalam mata uji Bahasa Inggris yakni listening. Setiap siswa mengenakan headset untuk mendengarkan percakapan. Tentu ini menjadi kendala bagi keduanya.

Kendati begitu, permasalahan ini tidak menyurutkan semangat keduanya dalam melaksanakan unas. Ujian PBT pun menyesuaikan jadwal pada hari itu, yaitu pada pagi hari khususnya di sesi pertama. Sedangkan, untuk mata uji Bahasa Inggris dalam UNBK baru dilaksanakan pada sesi kedua.

”Jadi kami menyesuaikan dengan jadwal mata uji PBT. Sebab, dalam amplop yang kami terima jadwalnya pukul 07.30 WIB. Sehingga kami majukan untuk ujian di sesi pertama,” jelas Muhaimin.

Ujian di ruang pengawas ternyata tidak menyiutkan nyali mereka. Keduanya terlihat enjoy dalam mengerjakan soal Bahasa Inggris tersebut. Sebanyak 50 soal dapat mereka selesaikan tepat waktu. Meski tidak sama dengan UNBK, tapi mereka tak mengalami kendala berarti.

Ditemui di sekolahnya usai melaksanakan ujian, Kurnia Khoirul Candra menuturkan, tidak ada masalah selama mengerjakan PBT. Meski diakui olehnya mengerjakan dengan PBT memerlukan waktu ekstra. Ini karena dia harus lebih teliti dalam membundari jawaban.

”Tetap enak pakai komputer karena lebih cepat dan tidak repot. Kalau pakai kertas makan waktu untuk membundari setiap jawaban yang dipilih. Kalau komputer kan tinggal klik saja,” kata Candra, sapaannya, dengan bahasa isyarat.

Dalam UNBK, soal listening bahasa Inggris terdiri dari 15 pertanyaan. Khusus untuk keduanya soal ini dihadirkan secara visual. Sayangnya, visual yang dihadirkan kurang begitu jelas. Sehingga beberapa susah untuk mereka terjemahkan.

”Secara materi sebenarnya juga tidak sulit, hanya ada dua soal bergambar yang tidak jelas. Jadi  saya menjawab asal saja,” ucapnya lantas tertawa.

Untuk komunikasi keseharian Candra tidak mengalami kendala berarti. Bahkan komunikasi dengan teman-temannya juga sangat lancar. Ini karena Candra memiliki kemampuan membaca gerak bibir. Sehingga tanpa mendengar visual, dia bisa menangkap perbincangan.
Candra memiliki impian bisa melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Dia pun telah mendaftarkan diri melalui SNMPTN untuk kuliah di UGM atau UIN Sunan Kalijaga. Sama halnya dengan jurusan yang dia pilih di SMK,Candra ingin melanjutkan di jurusan Teknologi Informatika (TI).

”Saya punya cita-cita ingin jadi insinyur yang bisa membuat teknologi bidang informasi khusus untuk orang tunarungu. Agar bisa membantu teman-teman yang seperti saya bisa berkomunikasi dengan lancar,” ungkapnya.

Prestasi siswa kelahiran Temanggung, 7 Oktober 1995 ini segudang. Saat masih duduk di bangku kelas X tepatnya 2014, dia mengikuti Olimpiade Siswa Nasional bidang TI khusus ABK hingga ke tingkat nasional. Tahun 2015, saat kelas XI, Candra menjadi juara umum ajang Global IT Challenge tingkat nasional. Prestasi ini mengantarkannya mewakili Indonesia ke ajang yang sama di tingkat Asia Pasific. Di tingkat Asia Pasific, Candra mampu berprestasi dengan membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.

Sama dengan temannya, Dhavyn Linggar Jati juga tak menemui kendala berarti. Bahkan siswa kelahiran Kulonprogo, 5 Januari 1995 ini bisa selesai sebelum batas waktu. Toleransi waktu yang diberikan bagi siswa ABK juga tak digunakan.

”Tidak ada kendala, cuma penyesuaian mengerjakan dengan kertas. Sama seperti Candra ada beberapa gambar yang tidak jelas. Jadi jawabnya juga asal saja,” ungkapnya.
SMK Muhammadiyah 3 Jogja sendiri merupakan sekolah inklusi. Sejak 2009 sudah diterapkan. Tahun ini untuk UNBK sekolah ini memiliki dua siswa inklusi. Jumlah ini akan bertambah di tahun depan, sebab SMK Muhammadiyah 3 Jogja memiliki lima siswa inklusi yang masih duduk di kelas dua.(Hanya di Indonesia)

Pencipta Mobil Listrik Divonis 7 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Rp 17 Miliar

Add Comment
Pencipta Mobil Listrik Divonis 7 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Rp 17 Miliar - Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, yang menjadi terdakwa dalam kasus pengadaan mobil listrik dijatuhi hukuman 7 tahun penjara.


Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan bahwa Dasep terbukti melakukan perbuatan memperkaya diri yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga :

"Menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi," ujar Ketua Majelis Hakim Tipikor Arif Waluyo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Selain itu, Dasep juga dikenai denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara. Kemudian, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 17,1 miliar.



Jika dalam waktu 30 hari setelah putusan uang pengganti tidak dipenuhi, maka harta benda milik Dasep akan disita. Jika masih belum cukup juga, maka Dasep akan dikenai hukuman 2 tahun penjara.

Kasus terkait pengadaan mobil listrik untuk kegiatan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) XXI pada 2013 ini diduga telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 28,9 miliar.

Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Dasep 12 tahun penjara dan denda sebesar kerugian negara yang ditimbulkan, yakni lebih dari Rp 28 miliar.

Dasep dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun kasus mobil listrik berawal dari permintaan Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN untuk menjadi sponsor pengadaan 16 mobil listrik pada April 2013.

(Baca: Korupsi Proyek Mobil Listrik Rugikan Negara Hampir Rp 29 Miliar)

Mobil ini diadakan untuk mendukung kegiatan operasional Konferensi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali pada Oktober 2013. Tiga BUMN yang berpartisipasi yaitu PT BRI (Persero) Tbk, PT PGN, dan PT Pertamina (Persero).

Mereka mengucurkan dana lebih kurang Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil listrik melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama. Namun, mobil listrik yang dipesan kemudian tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan perjajian.(Hanya di Indonesia)

Dua Sahabat Kembangkan SLiMS

Add Comment
Dua Sahabat Kembangkan SLiMS - Berawal untuk memenuhi kebutuhan sendiri bagi Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, dua sahabat lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) membuat program Senayan Library Management System (SLiMS). Program open source katalogisasi buku digital ini menjadi framework teknologi informasi (TI) bagi solusi manajemen perpustakaan.

Hendro Wicaksono dan Arie Nugraha, dua sahabat itu, mulai mengembangkan SLiMS pada Februari 2007 dan dirilis ke publik pada Desember 2007. Dengan desain berbasis web, kompatibel dengan standar kepustakawanan dan standar terbuka di dunia TI, sekarang SLiMS sudah digunakan di berbagai perpustakaan di dalam dan luar negeri. “Per April 2009 saja yang menggunakan SLiMS sudah 500 ribu lebih,” ujar Hendro.



Pengguna SLiMS antara lain Fakultas Ekonomi UI, Fakultas Kedokteran UI, Universitas Syah Kuala Aceh, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, dan Universitas Islam Negeri Padangsidimpuan. Sementara di Jawa Timur semua perguruan tinggi Islam sudah menggunakan SLiMS. Bahkan, software ini sudah dipakai di berbagai perpustakaan di luar negeri seperti di Banglasdeh, Thailand dan Italia. “Itu yang terdeteksi oleh kami,” kata Hendro, pustakawan di Perpustakaan Kemendikbud dan dosen di Universitas Islam Negeri Jakarta.

Pertama kali SLiMS dibuat untuk mengatalogisasi buku-buku hibah British Council ke Perpustakaan Kemendikbud. Software yang digunakan saat itu diperoleh dari British Council dengan sistem sewa karena software tersebut tidak open source. Jadi, kalau tidak membayar sewa yang lumayan mahal, pengguna tidak bisa mendapat serial number baru untuk bisa menggunakannya.

“Kalau di Indonesia orang berjualan software dengan harga tinggi, mungkin hanya kalangan tertentu yang bisa membeli dan menggunakan,” ujar Arie. Namun kalau open source, proses pengembangannya bisa diserahkan kepada komunitas, seperti SLiMS yang sudah memiliki komunitas sendiri. “Yang penting, mereka tidak mengubah copy right-nya. Dan, kami pun sering diundang pelatihan, kustomisasi software, serta menambahkan fitur,” kata dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan UI ini. Arie kerap dipanggil ke luar negeri untuk memberikan konsultasi atau seminar tentang SLiM di beberapa lembaga di luar negeri. Artinya, berkat SLiMS, para pengembang software yang kini membentuk sebuah tim beranggotakan 10 orang ini kerap kebanjiran order sebagai tenaga konsultan untuk membangun perpustakaan digital di dalam negeri dan luar negeri.

Keduanya belum mendirikan perusahaan (PT) khusus untuk SLiMS, tetapi masih sebatas menjadi konsultan. Dan, dari situlah pundi-pundi uang mengalir. “Saat ini kami masih dalam bentuk tim, belum perusahaan. Ada rencana mengembangkan ke perusahaan, tetapi yang terpenting kami memperoleh user dulu. Ketika user-nya sudah banyak, yang mengenal kami juga akan lebih banyak lagi,” ujar Hendro. Namun dari sisi hitungan personal dan tim developer kalau menangani proyek dari user, saat ni pihaknya sudah kewalahan. Meski demikian, ia belum terlalu yakin apakah dengan jumlah user yang ada sekarang sudah cukup mampu menghidupkan satu perusahaan.

Saat ini pemasarannya masih dari mulut ke mulut atau lewat media sosial seperti Facebook dan Twitter yang digunakan untuk berpromosi ketika meliris versi terbaru SLiMS. Atau, misalnya komunitas SLiMS Yogyakarta sedang kumpul untuk mengadakan pelatihan bersama, maka SLiMS versi terbaru bisa dipromosikan. “Komunitas SLiMS saat ini sudah banyak seperti di Yogyakarta, Makassar, Lampung, Semarang, Surabaya. Yang paling banyak, di Yogyakarta,” kata Hendro.

Dwi Fajar Saputra, pustakawan dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, mengatakan, pihaknya sudah menggunakan SLiMS sejak 2010. Alasannya, karena memang pada saat itu yang sedang happening adalah SLiMS. “Yang saya lihat, SLiMS mempunyai keunggulan tersendiri; mempunyai tim developer yang cukup solid. Dan, mereka semua memang passion-nya di situ, sehingga tim developer-nya memiliki komitmen yang tinggi,” ucap Dwi memuji.

Karena aplikasi ini sifatnya open source, tidak ada biaya yang dikenakan untuk menggunakannya. “Selain itu, saya juga menginstalnya sendiri dan saya memang suka mengutak-atik sendiri. Kalaupun ada masalah, biasanya saya suka tanya-tanya ke komunitas SLiMS. Kan ada grup WhatsApp- nya. Jadi, kami bisa saling sharing bersama,” ungkapnya menceritakan.

Ke depan, SLiMS akan terus dikembangkan. “Setiap tahun kami berharap selalu ada rilis, ada versi terbaru. Kami terus melihat tren di internasional dan standarnya seperti apa untuk perpustakaan dan kami coba aplikasikan,” kata Ari yang juga berharap SLiMS dapat terus berkembang dengan fitur yang lebih lengkap dan dapat dgunakan di banyak tempat.(Hanya di Indonesia)

Memasak Mie Instan yang Benar

Add Comment
Memasak Mie Instan yang Benar - Kalau kamu gemar makan mie instan, kamu sebaiknya membatasi konsumsi mie instan paling cepat 3 hari sekali agar kandungan mie instan dalam tubuh yang kamu konsumsi sebelumnya sudah hilang.


Karena jika kita mengonsumsi mie instan dengan jarak waktu yang singkat, maka kita sangat berpotensi terkena penyakit kanker karena penumpukan zat lilin dalam tubuh. Zat lilin juga rendah serat sehingga bisa membuat Anda susah buang air besar.

Bagi kamu yang ingin menghindari risiko terkena penyakit karena mie instan, kami akan memberikan informasi tentang bagaimana memasak mie instan dengan benar agar anda terhindar dari berbagai penyakit.

Memasak Mie Instan yang Benar

1. Mie goreng
Cara memasak mie instan goreng adalah sebagai berikut :
a. Rebus mie dengan air yang telah mendidih.
b. Setelah sudah cukup mengembang, tiriskan mie untuk beberapa menit.
c. Setelah ditiriskan, bilaslah mie tersebut dengan air panas yang baru (bukan air panas sisa memasak mie).
d. Campurkan dengan bumbu-bumbunya.
e. Selamat menikmati mie goreng kesukaan anda.

2. Mie rebus
Cara memasak mie instan rebus adalah sebagai berikut :
a. Rebus mie dengan air yang telah mendidih.
b. Setelah sudah cukup matang, tiriskan mie untuk beberapa menit dan buanglah air bekas rebusan mie.
c. Setelah ditiriskan, tuangkan air panas yang baru sebagai kuahnya.
d. Masukkan bumbu-bumbu yang telah tersedia.
e. Selamat menikmati mie rebus kesukaan Anda. [(Hanya di Indonesia)

Fitriani, Anak Buruh Cuci dengan Prestasi Dunia

Add Comment
Fitriani, Anak Buruh Cuci dengan Prestasi Dunia - MUDA dan punya prestasi kelas dunia. Itulah Fitriani (17), pebulutangkis muda Indonesia. Batapa tidak, gadis kelahiran Garut, Jawa Barat itu sudah menorehkan berbagai prestasi yang gemilang di kancah internasional.



Namanya digadang-gadang sebagai penerus srikandi bulutangkis dunia asal Tasikmalaya, Susi Susanti. PBSI sudah melihat bakat Fitriani sebagai atlet andal, ia telah dipercaya PBSI untuk menghuni pelatnas sejak tahun 2015 atau ketika masih berumur 16 tahun!

Atlet kelahiran 27 Desember 1998 ini merupakan pemain tunggal putri muda yang berasal dari grup PB Exist. Prestasinya berkibar saat mengikuti turnamen Singapore International Challenge kala usianya belum genap 15 tahun. Ketika itu Fitriani bergabung dengan pemain lainnya yang lebih dulu meniti karier di grup U-17 dan mampu meraih babak final pada kelas tersebut.



Harusnya  saat itu Fitri masuk ke dalam kelas U-15. Namun kuota itu sudah penuh. Ia terus melaju sampai ke kancah Internasional Junior, seperti Kejuaraan Junior Asia di Malaysia, Internasional Challenge di Bahrain, dan Kejuaraan Sirnas di Jakarta, Balikpapan dan Bandung. Ia sering menjadi juara di olimpiade mengalahkan pemain muda asing, maupun pemain senior  berpengalaman.

“Cita-cita saya dari dulu ingin masuk pelatnas. Dan, jika Allah mengizinkan saya ingin menjadi juara dunia, kalau target tahunnya belum bisa pastikan karena poin saya sampai sekarang juga masih sedikit. Makanya paling memungkinkan, perbanyak turnamen yang diikuti,” terang penggemar berat Susi Susanti ini.

Dukungan Keluarga
Fitriani  tidak dibesarkan di lingkungan keluarga yang kaya raya. Ayahnya Dede Abdul Rohman dan ibunya yang bernama Eti Sukmiati, merupakan tenaga pencuci baju di klub Exist, klub Fitri dan kakaknya bernaung. Sebelumnya kedua orangtuanya itu berprofesi sebagai pedagang asongan.

Fitriani tak pernah malu dengan background keluarganya. Sebaliknya, ia merasa sangat bangga. “Ngapain malu, aku juga bisa seperti sekarang berkat jasa mereka juga. Bapak ibu kerjanya pedagang kaki lima, itu waktu aku masih kecil. Nah, pas saya pindah dari klub Genesha ke Exist, baru ayah ibu juga ikut pindah. Kami menginap di asrama bersama-sama. Bapak ibu di sana juga kerjanya bantu-bantu cuci baju atlet di sana,” papar Fitri yang selalu tampil bersahaja ini.

Lanjut Fitri, ia juga membenarkan tertarik menekuni bulutangkis juga karena keluarga. Sang kakak, Rohmat Abdul, lebih dulu terjun ke dunia bulutangkis. Malah, sang kakak pula yang selalu memberikan masukan-masukan positif.

“Pertamanya sering lihat kakak berlatih di klub Exist, lama-lama aku tertarik. Aku juga sering dapat teguran dari kakak lewat telepon,” urai Fitriani.

Fitriani sukses memutarbalikkan fakta. Untuk punya prestasi internasional, tak harus dari keluarga kaya raya. Hanya bermodalkan semangat dan talenta yang luar biasa, ia bisa mendulang prestasi yang menduni. (Hanya di Indonesia)

Selama 19 hari, Gadis Jepang yang Hidup Sendiri di Pulau Kosong Indonesia

Add Comment
Selama 19 hari, Gadis Jepang yang Hidup Sendiri di Pulau Kosong Indonesia - Seorang pelajar wanita asal Jepang melakukan ide berlibur gila dengan sengaja terdampar di pulau tak berpenghuni di Indonesia selama 19 hari sendirian. Reikko Hori (22) memutuskan untuk menguji dirinya hidup tanpa bekal apa pun di Pulau Amparo, sekitar 6.760 kilometer sebelah barat laut Australia.



Tidak hanya bekal makanan, Hori juga tidak membawa alat bertahan hidup di alam liar seperti tenda, golok, korek api, dan alat penerang. Demi menghasilkan api, Hori harus bersusah payah menggunakan cahaya matahari yang membias melalui bantuan kaca pembesar yang dibawanya. Ini adalah satu-satunya alat modern yang dia bawa.


Aksi Hori ternyata tidak gratis, dia harus membayar terlebih dahulu untuk bisa mencoba hidup bagai tokoh Tom Hanks dalam film Cast Away. Docastaway adalah sebuah biro perjalanan yang bertanggung jawab atas ekspedisi Hori ini.

"Pada awal kedatangannya, Hori tidak mempersiapkan apa pun untuk ekspedisinya, lebih parahnya lagi dia tidak memiliki bekal ilmu untuk bertahan hidup di alam liar," kata Alvaro Cerezo kepala biro perjalanan kepada koran the Daily Mail, Senin (15/2).

Baca Juga :

Namun begitu, Hori tidak patah arang. Dia tetap melanjutkan niatnya untuk berpetualang selama lebih dari dua minggu di pulau tak berpenghuni itu. Saat diwawancara sebelum ditinggal seorang diri, gadis muda ini mengaku akan tidur beralaskan pasir, meski badai datang dia akan coba bertahan dengan bantuan seadanya.

Hori mendapatkan minum dari air kelapa dari buah yang ada di sekitaran pantai, dan mengisi perut dengan menombak ikan di sekitaran pantai dengan ranting tajam.

"Saya biasanya lebih suka menyendiri. Tapi setelah 19 hari di pulau terpencil ini, saya menyadari saya butuh orang lain. Saya bisa merasa bahagia jika ada orang di sekeliling saya. Sekarang saya ingin hidup bermanfaat bagi orang lain," kata Hori.(Hanya di Indonesia)

Pulau Lombok Mendapat Predikat Tujuan Wisata Halal Terbaik di Dunia

Add Comment
Pulau Lombok Mendapat Predikat Tujuan Wisata Halal Terbaik di Dunia - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat Taufan Rahmadi mengatakan posisi Lombok sebagai destinasi wisata halal semakin tinggi menyusul terpilihnya Lombok dalam World Halal Travel Awards 2015 di Abu Dhabi.

"Dengan terpilihnya Lombok waktunya kita berbenah, jangan sampai orang kecewa datang ke Lombok," kata Taufan Rahmadi di Mataram, seperti dilansir Antara, Rabu (21/10) malam.



Di ajang World Halal Travel Award 2015, Pulau Lombok berhasil meraih peringkat pertama di 2 kategori yakni World Best Halal Honeymoon Destination atau Wisata Bulan Madu Halal terbaik di dunia, dan World Best Halal Tourism Destination atau Tujuan Wisata Halal Terbaik di dunia.

Menurutnya, dengan kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan warga NTB untuk tetap menjaga kelestarian dan keindahan alam. Termasuk dalam melakukan pembenahan di sektor infrastruktur destinasi wisata dan sumber daya manusia.

"Ini menjadi momentum untuk terus bekerja dan bersinergi dalam rangka memperbaiki pariwisata serta lebih serius lagi menata destinasi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Ainuddin mengatakan dengan terpilihnya Lombok, akan semakin menjadikan daerah itu sebagai daya tarik wisatawan.

"Tentu kemenangan ini sangat berpengaruh bagi Lombok dan NTB, karena dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, karena daerah ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi," katanya.

Namun demikian, harap Ainuddin, dengan citra Lombok sebagai destinasi wisata halal, tidak hanya sekedar sebagai label atau simbol. Tetapi, lebih dari itu semua, pariwisata NTB bisa menjadi penyemangat untuk bisa mengimplementasikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan.

"Jadi semua harus terlibat, pemda, asosiasi wisata, serta masyarakat. Termasuk pemerintah pusat untuk melakukan pembenahan, karena NTB telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia," tandasnya. (Hanya di Indonesia)

Tiap Hari Pakai Kebaya ke Kantor

Add Comment
Tiap Hari Pakai Kebaya ke Kantor - Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta bertujuan melestarikan budaya. 

Kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia yang sudah diwariskan turun temurun. Kebaya biasa menjadi pakaian sehari-hari wanita zaman dulu. Beda dengan saat ini dimana kebaya hanya digunakan sebagai pakaian saat ada event atau acara tertentu seperti acara nikahan, kondangan atau acara resmi lainnya.



Berawal dari sinilah, empat sekawan Tinuk, Erlina, Isti dan Flora Rosariana menggagas terbentuknya komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta. Sebelumnya, komunitas perempuan berkebaya lebih dulu terbentuk di Jakarta pada Januari 2015 lalu. Sedangkan Perempuan Berkebaya Yogyakarta sendiri ada sekitar 4 bulan terakhir.

"Perempuan Berkebaya ini tujuannya adalah menyebarkan virus gemar berkebaya di Joga, nggak cuma untuk acara resmi saja tapi untuk sehari-hari," terang Margaretha Tinuk Suhartini atau lebih akrab dipanggil Tinuk saat ditemui brilio.net, Jumat (22/1). Tinuk menegaskan, kebaya sama sekali tidak membatasi gerak-gerik wanita dalam beraktivitas, malah dengan berkebaya perempuan bisa terlihat lebih cantik dan anggun.


Semangat ingin nguri-uri kabudayan (merawat dan melestarikan kebudayaan) adalah salah satu alasan yang menyebabkan Perempuan Berkebaya ini hadir di Yogyakarta. Nggak cuma melestarikan kebaya gaya Jawa atau Jogja saja, namun seluruh kain khas dan pakaian tradisional Indonesia. "Kalau bukan kita yang pakai, yang melestarikan, mau siapa lagi? Apa iya menunggu bangsa lain klaim dulu, kita baru merasa memiliki?," tutur Tinuk.

Tinuk mengaku sudah mencintai dan suka memakai kebaya dan kain sejak dulu, namun intensitasnya menjadi lebih sering setelah membentuk Perempuan Berkebaya ini. "Dalam lima hari kerja, saya bisa empat hari bahkan setiap hari selalu memakai kain dan kebaya ke kantor," ujar perempuan asli Ambarawa, Jawa Tengah ini.



Selain dia, empat pengurus Perempuan Berkebaya lainnya pun sudah menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Saat ini Perempuan Berkebaya telah memiliki anggota sekitar 60 orang dari berbagai kalangan, mulai dari remaja putri, mahasiswi, pegawai kantoran, anggora DPR maupun ibu rumah tangga.

Ke depan, Perempuan Berkebaya ingin mengajak sebanyak-banyaknya perempuan Indonesia untuk nggak malu dan melestarikan kain tradisional Indonesia. Kebaya adalah ciri khas wanita Indonesia sejak dulu, jangan sampai kebaya kalah populer dengan pakaian-pakaian modern saat ini. (Hanya di Indonesia)

Tinggali Rumah Separuh Indonesia dan Malaysia

Add Comment
Tinggali Rumah Separuh Indonesia dan Malaysia - Pulau Sebatik adalah pulau terdepan dari Kalimantan Utara, wilayah utaranya milik Malaysia sedangkan selatannya milik Indonesia. Salah satu rumah di perbatasan Indonesia - Malaysia terletak di Pulau Sebatik sangat unik. Uniknya rumah itu karena ruang utamanya di wilayah Indonesia, dan dapurnya di Malaysia.



"Iya rumah saya ini sudah lama dari tahun 1977, saya warga Indonesia. Sebenarnya tanah belakang rumah saya ini punya tetangga Malaysia, sudah kenal dekat. Bagian dapur dibolehkan sama tetangga untuk dibangun, dia baik tapi sekarang sudah meninggal," kata pemilik rumah bernama Mangapara, di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Rabu (17/2/2016).



Rumah Mangapara terletak persis di tugu patok 3 yang menandakan tepatnya perbatasan Indonesia - Malaysia. Perbatasan itu dibatasi dengan tiang bendera merah putih kecil yang bertuliskan P3 (patok 3). Rumah Mangapara ini dicat bewarna Merah Putih sebagai tanda perbatasan Indonesia oleh salah satu provider seluler yang beroperasi di Indonesia.

Di samping tiang pendek itu ada tiang bendera merah putih yang lebih tinggi yang bertuliskan 'Kokohkan Merah Putih di Tapal Batas'. Di sebelah tiang itu ada pos TNI AD yang menjaga perbatasan.



Mangapara lahir sejak 1961, pria asal Sulawesi Selatan ini mengaku lebih sering membeli kebutuhan pokoknya ke Malaysia daripada dari Indonesia karena alasan jarak yang lebih dekat. Ia tinggal menyewa speedboat yang ada di belakang rumah, tetapi karena paspor miliknya telah lama mati kalau mau membeli keperluannya ia titip ke tetangganya yang punya dokumen lengkap.

"Alasan saya suka belanja ke Malaysia itu karena dekatnya. Jauhnya perjalanan kalau harus ke Nunukan atau ke Tarakan. Kalau soal mahal, mahalnya enggak beda jauh dengan Indonesia, tapi kalau ke Malaysia setengah jam juga sampai, sedangkan kalau ke Nunukan dan Tarakan pakai speedboat lebih mahal, jaraknya bisa berjam-jam," ungkap Mangapara.

Ia mengaku kalau ke Malaysia dapat ditempuh sekitar 15-30 menit dari belakang rumahnya yang telah tersedia penyewaan speedboat. Sedangkan kalau ke Nunukan dan Tarakan harus menempuh perjalanan darat sepanjang 30 menit untuk sampai pelabuhan dan menempuh 30 menit lagi menyeberang ke Nunukan. Kemudian kalau dari Nunukan ke Tarakan bisa menempuh waktu 2,5 jam menggunakan speedboat sehingga hal itu kurang efisien menurut Mangapara.

Untuk ke Malaysia tepatnya kota Tawau, WNI yang mau masuk ke sana harus menggunakan paspor. Paspor milik Mangapara sudah lama mati, ia mengaku menitip ke tetangganya yang hendak ke Tawau untuk membeli keperluannya, misal minyak goreng, tapi kalau barang dengan jumlah sedikit ia hanya mencari di pasar.

"Sekarang pemerintahnya ketat, harus ada dokumen-dokumen kalau mau masuk Malaysia. Kalau mau lengkap lagi kami harus mengeluarkan uang satu juta rupiah baru sampai di Tawau (Program Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan Daerah Perbatasan di Kabupaten Nunukan). Itu pun harus ke Nunukan dulu, padahal kalau dari sini naik speedboat saja Rp 150 ribu sudah sampai Malaysia, lebih dekat lagi," paparnya.

"Iya sudah tahu kalau mau masuk secara resmi ke Nunukan dulu. Kalau dulu sudah bisa secara resmi berangkat dari sini ke Malaysia, tapi sekarang dihapuskan. Kalau dulu boleh sekarang enggak boleh artinya menyengsarakan masyarakat. Mudah-mudahan pemerintah yang akan datang membantu masyarakat memudahkan masyarakat mengurus dokumen ke seberang. Boleh mengurus masyarakat, memudahkan masyarakat menyeberang," tuturnya.

Ia berharap kalau di Pulau Sebatik ada toko Indonesia yang menjual kebutuhan pokok dengan harga tidak jauh dari Malaysia. Ia sangat berharap kalau pemerintah membantu rakyat di perbatasan ini untuk dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan dekat.

Di Pulau Sebatik ini masyarakarnya menggunakan dua mata uang, mereka bisa memakai Ringgit dan Rupiah sekaligus. Penggunaan Ringgit diberlakukan karena untuk digunakan para pedagang untuk ke Malaysia sebagai modal berbelanja lagi.

Dukanya tinggal di perbatasan selain keperluan bahan pokok ada juga kebutuhan air bersih. Mangapara sering membeli air bersih seharga 70 ribu satu tangkinya untuk digunakan mandi dan mencuci.

Sementara aliran listrik di Sebatik menurutnya sudah lebih baik daripada dulu karena sudah jarang mati lampu. "Paling hanya beberapa jam," imbuhnya.

Saluran tv dan sinyal handphone pun menurutnya bisa menangkap sinyal dari Indonesia dan Malaysia. Untuk acara televisi, ia mengaku lebih suka siaran tv Indonesia karena lebih bervariasi berita dan hiburannya. (Hanya di Indonesia)

Pantai Mawun di Lombok

Add Comment
Pantai Mawun di Lombok - Selain Pantai Senggigi, Lombok juga punya Pantai Mawun yang juga cantik. Jika datang ke sana, dijamin betah dan tidak mau pulang.



Bicara mengenai pantai di Pulau Lombok memang tak ada habisnya, karena Lombok adalah surga bagi para pecinta pantai. Salah satu yang wajib kalian kunjungi adalah Pantai Mawun Lombok.



(Hanya di Indonesia)

Parkir Motor Selama 2 tahun

Add Comment
Parkir Motor Selama 2 tahun- Sebaiknya, pemilik motor segera mengambil kendaraan itu agar semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

Budi Wahyono, pengelola penitipan kendaraan di wilayah Terminal Giwangan Yogyakarta, mengatakan belum menentukan tarif untuk sepeda motor yang diparkir dua tahun di tempatnya bekerja. Dia berharap pemilik sepeda motor Yamaha Vega bernomor polis AE 3933 EN itu segera datang dan membicarakan biaya penitipan motor tersebut.


"Urusan harga nanti diselesaikan secara kekeluargaan, yang pasti pemilik harus datang dan menunjukkan bukti-bukti yang lengkap," kata Budi kepada brilio.net, Sabtu (13/02).

Ia mengaku mengunggah informasi tersebut di media sosial agar si pemilik bisa tahu dan tergugah untuk mengambil motornya. Kendaraan itu sendiri sempat ia coba hidupkan mesinnya untuk dipanasi, namun belum pernah dikendarai.

"Saya tidak memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi, untuk menghindari pihak yang mengaku-ngaku", tambahnya.


Ketika ditanya berapa total biaya yang harus dibayar oleh pemiliknya, Budi enggan menentukan nominal. Dia menyatakan semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik.

"Tarifnya dulu Rp 2.000, tapi sekarang sudah naik Rp 3.000. Untuk motor ini belum tentu dikenakan tarif segitu tapi rembukan dulu. Kalau langsung ditarif nanti pemiliknya takut untuk mengambil," tambahnya.

Jika dihitung dengan tarif normal Rp 2.000 per hari selama dua tahun maka pemilik motor bisa dikenakan tarif Rp 1.460.000. Sebaiknya, pemilik motor segera mengambil kendaraan itu agar semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.(Hanya di Indonesia)

Pantai Pasir Putih Terhalus di Dunia Ada di Maluku

Add Comment
Pantai Pasir Putih Terhalus di Dunia Ada di Maluku -Pantai Ngurbloat merupakan pantai dengan pasir putih terhalus di dunia atau lebih dikenal oleh penduduk Kota Tual dengan Pantai Pasir Panjang. Pantai ini terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.



Pasir putihnya yang membentang sekitar 5 km. Ribuan pohon kelapa yang terhampar di pinggir pantai. Air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang akan membuat Anda betah berlama-lama di tempat ini.



Kawasan ini masih sangat alami dan merupakan daerah wisata yang mudah dijangkau oleh penduduk di Pulau Kei ini. Sayangnya, hingga saat ini, ada investor yang mau mengembangkannya.
(Hanya di Indonesia)

Bocah Indonesia Manggung di Grammy Awards 2016

Add Comment
Bocah Indonesia Manggung di Grammy Awards 2016 - Ia menjadi seniman Indonesia pertama yang manggung di acara puncak Grammy Awards.

Sejarah baru tercipta untuk Indonesia atas nama Joey Alexander. Bocah berusia 12 tahun kelahiran Denpasar, Bali, ini menjadi seniman Indonesia pertama yang manggung di acara puncak Grammy Awards, Senin, 15 Februari 2016 (Selasa pagi WIB).


Joey memang menjadi salah satu nominator dalam acara tersebut. Namanya masuk dalam kategori 'Instrumental Jazz Album' dan 'Best Improvised Jazz Solo'. Meski tidak menang, Joey tampil membanggakan dalam permainan piano solo-nya selama kurang lebih dua menit.

Tidak tanggung-tanggung, ia mendapat standing applause dari para penonton, termasuk penyanyi Taylor Swift dan Selena Gomez. Swift sendiri merupakan pemenang kategori 'Album of The Year' dengan album berjudul '1989'.

Joey lahir di Denpasar, Bali, di tahun 2003 dan mulai belajar piano sejak usia enam tahun. Darah seninya didapat dari sang ayah yang merupakan musisi amatir dan kemudian mengajarkan jazz klasik padanya. Dari sana, dimulailah petualangan Joey dalam dunia musik jazz yang luar biasa.

Pada usia delapan tahun, Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) mengundangnya untuk bermain piano secara solo di hadapan ikon musik, Herbie Hancock. Dua tahun berselang, yakni di usia sepuluh tahun, Joey sudah tampil di acara festival jazz di Jakarta dan Kopenhagen.

Kemudian ia mulai dikenal publik Amerika Serikat ketika tampil di New York tahun 2014. "Buat saya jazz adalah kebebasan untuk mengekspresikan diri. Jazz membuat saya merasa bahagia, senang, dan bersyukur," ujar Joey dengan suara kekanakannya. Lihat penampilan lengkap Joey di atas panggung Grammy Awards 2016 dalam video ini.



(Hanya di Indonesia)

Pakaian Dinas Baru untuk PNS

Add Comment
Pakaian Dinas Baru untuk PNS -  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan Peraturan Mendagri (Permendagri) nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah.



Ketentuan tersebut mulai berlaku pada Senin depan (8/2). Dengan adanya peraturan baru itu, maka penggunaan seragam dinas pada Senin - Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis - Jumat menggunakan batik.

Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut dari mulai teguran hingga disekolahkan kembali.


"Jadi Permendagri nomor 6 tahun 2016 tentang peraturan seragam itu akan berlaku mulai hari senin depan," kata Widodo, Kamis (4/2).

Widodo menerangkan, kebijakan sanksi untuk menyekolahkan para PNS atau kepala daerah yang tidak nurut, Mendagri mengacu pada Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara untuk menindaknya.

Diungkapkannya, sebenarnya Permendagri ini sudah berlaku sejak Senin (1/2) kemarin, tapi karena belum diberikan nomor oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akhirnya baru diterapkan senin depan.

"Untuk nomor Permendagrinya baru di kasih kemarin Senin. Jadi hari Senin depan Permendagri seragam sudah diterapkan," ujar dia.(Hanya di Indonesia)

Keong Terkecil di Dunia dari Pulau Kalimantan

Add Comment
Keong Terkecil di Dunia dari Pulau Kalimantan - Keong dengan ukuran terkecil di dunia ditemukan di Pulau Kalimantan yang masuk di wilayah negara Malaysia. Keong ini memiliki cangkang dengan lebar kurag lebih 0,5 – 0,6 milimeter. Tingginya saja hanya berkisar 0,6 – 0,79 milimeter. Penemu keong tersebut adalah ilmuwan dari Malaysia dan Belanda. Hewan tersebut diberi nama Acmella nana.

Keong Terkecil di Dunia dari Pulau Kalimantan


Temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal ZooKeys. Adanya keong ini berhasil memecahkan rekor keong mini yang sebelumnya dipegang oleh keong Angustopila dominikae yang ditemukan di China. Tingginya 0,89 milimeter dengan lebar 0,80 milimeter. Menurut laporan dalam jurnal tersebut, keong Acmella nana merupakan salah satu dari 48 spesies baru.

Diungkapkan peneliti, gerakan fiik mereka sangat lambat. Akibatnya, mereka dapat “terjebak; di suatu daerah terpencil hingga waktu lama. Sehingga, mereka dimungkinkan mengalami evolusi dan adaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Peneliti mencontohkan, ada tujuh spesies keong yang hanya ditemukan di punvak Gunung Kinibalu saja. Mereka digambaran hidup di sana  dalam jangka lama dan berada di daerah terpencil. Bisa juga meeka hidup pada “tumbuhan langka”. Selain itu ditemukan pula sebuah spesies keong lagi yang hidup pada gua terpencil.(Hanya di Indonesia)

Palembang : Kota Tertua di Dunia

Add Comment
Palembang : Kota Tertua di Dunia - Tidak ada yang menyangka, akhir Januari ini Palembang dinobatkan kota tertua di dunia. Bagaimana tanggapan masyarakat Indonesia soal hal ini?

Palembang merupakan Ibukota dari Sumatera Selatan yang memilki kepadatan penduduk terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Dulunya Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya dan tempat berlabuhnya para pedagang dari Jepang, India, Tiongkok, Arab, dan Melayu.



Saat ini Palembang memiliki icon tersendiri yaitu Jembatan Ampera. Jembatan yang memiliki fungsi sebagai jantung kota Palembang karena menghubungkan antara seberang Hulu dan Hilir ini merupakan sebuah hadiah dari Presiden Soekarno atas perjuangan rakyat Palembang. Melalui sejarahnya, tak heran Palembang dinobatkan sebagai kota tertua di dunia.

Dinobatkannya Palembang sebagai tertua di dunia tentunya disambut gembira warga Indonesia termasuk dari kalangan artis, salah satunya Desy JKT48. “Hebat ya, Indonesia emang luar biasa! Palembang gak kalah hebat dari kota besar lain di dunia. Diharapkan dengan kemenangan itu dapat meningkatkan pariwisatanya di dunia,” tuturnya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Sama halnya dengan Desy JKT48, penyanyi manis Nowella Elizabet pun senang mendengar kabar tersebut. “Palembang sebagai kota tertua, itu keren banget. Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia usahakan agar terus menjaga dan melestarikan budaya Palembang,“ bebernya.

Dengan dinobatkannya Palembang sebagai tertua di dunia, maka diharapkan ke depannya travellers sebagai warga negara agar terus melestarikan budaya Palembang dan menjadikan Palembang sebagai suatu destinasi wisata kota favorit di dunia.(Hanya di Indonesia)