Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia

Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia - Keindahan dan keasrian pulau Bali memang tiada duanya. Beragam tempat wisata, tradisi budaya yang unik, dan tempat kuliner yang lezat, menjadikan Bali menjadi tempat favorit bagi kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.



Selain keindahan alamnya, salah satu yang membuat Bali menjadi “magnet” pariwisata adalah adat istiadat dan tradisi budaya yang masih dipegang teguh dan diwariskan hingga turun temurun.

Tak heran jika Bali mendapat penghargaan dua kali sebagai “Pulau Terindah di Dunia tahun 2015 & 2016” versi pembaca majalah wisata CN Traveler di Moskow, Rusia.

Selain itu, ada juga yang membanggakan masyarakat Indonesia karena ternyata tiga desa paling bersih di dunia juga ada yang berasal dari Bali. Namanya Desa Panglipuran. Dua desa lainnya adalah Desa Giethoorn, Belanda, dan Desa Mawlynnong, India.

Desa Panglipuran Bali : Desa Paling Bersih di Dunia

Desa Panglipuran berada di daerah kabupaten Bangli, Bali. Desa ini paling dikenal dengan arsitektur bangunannya yang khas dan unik. Hampir setiap bangunan yang satu dengan yang lain sama. Paling uniknya lagi, di desa ini tak boleh ada kendaraan yang masuk, hanya kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda yang bebas berkeliling mengitari suasana desa.

Maka, wajar jika desa ini bersih dan terbebas dari asap polusi, bahkan sama sekali tidak ditemukan sama sekali sampah yang berserakan. Tata letak sangat rapi dan teratur berbentuk seperti tingkat hulu ke hilir. Tempat utamanya berada di dataran tinggi yang terus turun ke dataran rendah.

Sungguh natural dan asri dengan suasana pedesaan yang dihiasi tanaman dan janur kuning yang terpasang di setiap rumah dengan rapi. Siapapun yang berada di desa itu seperti sedang berada di kahyangan, surga, yang serba suci dan bersih. Para warganya pun ramah-ramah.

Jika ingin mengunjungi desa ini, dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Sementara, untuk WNA/Asing dikenakan biaya sebesar Rp 30 ribu dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak.


Menjaga nilai-nilai tradisi leluhur.

Nama Penglipuran mengandung makna pangelingan putra yang berarti terjadi hubungan yang sangat erat antara tanggung jawab dan tugas dalam menunaikan dharma agama.

Panglipur juga bermakna sebagai pengingat, pengingat kepada leluhur. Masyarakat desa Penglipuran ini percaya bahwa leluhur mereka berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani.

Awalnya sebelum bernama desa Penglipuran, desa ini ini bernama Kubu Bayung. Di mana dahulunya masyarakat Kubu Bayung diperintahkan oleh raja untuk membangun sebuah proyek di daerah ini. Namun pada akhirnya masyarakat Kubu Bayung memutuskan untuk tinggal di daerah ini dan membuat pemukiman.(Hanya di Indonesia)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »